Trending

Cegah Perundungan , Polda Kalbar Ajak Pelajar Berani Bicara dan Melapor

Cegah Perundungan , Polda Kalbar Ajak Pelajar Berani Bicara dan Melapor
Tim Polidik Ditres PPA dan PPO Polda Kambar diabadikan bersama Dewan guru dan 150 orang murid SMAN 6 Pontianak. Foto : Bid Humas Polda Kalbar .

Pontianak - Spektroom : Sekolah semestinya menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, bertumbuh, dan merajut masa depan.

Namun, perundungan, kekerasan, hingga pelecehan masih menjadi ancaman yang dapat merampas rasa aman dan menghambat perkembangan pelajar.

Pesan itulah yang dibawa Polda Kalimantan Barat melalui program Polisi Peduli Pendidikan (Polidik) di SMA Negeri 6 Pontianak, Senin (19/10/2026).

Sebanyak 150 siswa, enam guru, dan 30 personel Direktorat Reserse Perlindungan Perempuan dan Anak serta Pemberantasan Perdagangan Orang (Ditres PPA dan PPO) Polda Kalbar terlibat aktif dalam kegiatan tersebut.

Direktur Reserse PPA dan PPO Polda Kalbar, Kombes Pol. Rusdiani, S.I.K., M.Si., menekankan bahwa kesadaran hukum perlu ditanamkan sejak dini.

Para pelajar diingatkan untuk tidak melakukan perundungan terhadap sesama siswa maupun guru, menjauhi tawuran, kebut-kebutan di jalan raya, penyalahgunaan narkoba, serta pergaulan berisiko yang dapat berujung pada pelanggaran hukum.

Lebih dari sekadar imbauan, edukasi tersebut juga menyoroti pentingnya keberanian untuk bersuara.

Sebab, tindakan kekerasan dan pelecehan tidak seharusnya dibiarkan hanya karena korban takut, malu, atau khawatir menghadapi tekanan dari lingkungan sekitarnya.

Para siswa diimbau segera melapor kepada guru, orang tua, atau kepolisian apabila mengalami, melihat, maupun mengetahui adanya perundungan, kekerasan, dan pelecehan seksual.

Pelaporan menjadi langkah penting agar korban memperoleh perlindungan dan tindakan serupa tidak terus berulang.

Plt. Kepala Sekolah SMA Negeri 6 Pontianak Ita Komalasari, S.T., S.Pd.menyambut baik program Kepolisian Polda Kalbar dan berterima kasih atas Dikunjunginya sekolah kami .

Di informasikan di SMAN 6 sampai saat ini tidak ditemukan ada siswa yg melakukan perundungan sesama siswa . Penerapan disiplin dan pengawasan oleh guru di sekolah menjadi program yg sejak lama kami terapkan . Ujar Ita.

Sementara, Kabid Humas Polda Kalbar, Kombes Pol. Bambang Suharyono, S.I.K., M.H., mengatakan edukasi kepada pelajar merupakan langkah strategis untuk membangun generasi muda yang berintegritas, disiplin, dan memahami hukum.

“Sekolah harus menjadi tempat yang aman bagi setiap anak untuk belajar, berkembang, dan meraih prestasi. ,” ujarnya.

Ia mengajak pelajar saling menghormati, berani menolak perilaku negatif, serta tidak takut melapor ketika mengalami atau mengetahui tindakan yang melanggar hukum.

Bambang juga menegaskan bahwa perlindungan anak bukan hanya tanggung jawab kepolisian.
Sekolah, orang tua, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membangun lingkungan yang mendukung tumbuh kembang generasi muda.

Di tengah perkembangan teknologi, para siswa turut diingatkan agar bijak menggunakan media sosial, membangun pergaulan yang sehat, menghormati guru dan orang tua, serta tetap fokus menuntut ilmu.

takut.

Berita terkait

Kasus Dugaan Perundungan Anak Difabel, Wali Kota Eri Ajak Orang Tua Lebih Dekat dengan Anak

Kasus Dugaan Perundungan Anak Difabel, Wali Kota Eri Ajak Orang Tua Lebih Dekat dengan Anak

Surabaya - Spektroom : Kedekatan dan komunikasi dalam keluarga menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Orang tua tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga hadir untuk mendengarkan cerita, memahami pergaulan, dan mendampingi anak menghadapi berbagai persoalan. Pesan ini disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyusul kasus dugaan perundungan terhadap

Bian Pamungkas