Trending

Kasus Dugaan Perundungan Anak Difabel, Wali Kota Eri Ajak Orang Tua Lebih Dekat dengan Anak

Kasus Dugaan Perundungan Anak Difabel, Wali Kota Eri Ajak Orang Tua Lebih Dekat dengan Anak
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menjawab pertanyaan wartawan Senin (19/10/2026), menyusul kasus dugaan perundungan terhadap seorang anak penyandang disabilitas yang meninggal dunia. (Foto : Diskominfo Pemkot SBY).

Surabaya - Spektroom : Kedekatan dan komunikasi dalam keluarga menjadi fondasi penting bagi tumbuh kembang anak. Orang tua tidak hanya perlu memenuhi kebutuhan sehari-hari, tetapi juga hadir untuk mendengarkan cerita, memahami pergaulan, dan mendampingi anak menghadapi berbagai persoalan.

Pesan ini disampaikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyusul kasus dugaan perundungan terhadap seorang anak penyandang disabilitas yang meninggal dunia.

Eri meminta peristiwa tersebut menjadi bahan evaluasi bersama bagi seluruh orang tua agar semakin memperhatikan perkembangan anak dan membangun komunikasi yang lebih erat di lingkungan keluarga.

Di sisi lain, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memberikan pendampingan kepada keluarga korban serta berkoordinasi dengan kepolisian terkait anak yang diduga terlibat dalam kasus tersebut.

Eri menjelaskan, proses pemeriksaan masih berlangsung untuk memastikan kondisi psikologis anak yang bersangkutan. Mengingat usianya masih di bawah 12 tahun, penanganan selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil pemeriksaan.

“Pendampingan tetap kami lakukan, dan kami juga sudah berkoordinasi dengan kepolisian agar proses ini bisa ditindak lanjuti sesuai hasil pemeriksaan,” kata Eri, Senin (19/10/2026).

Ia menegaskan, penanganan kasus tersebut harus dilakukan secara hati-hati dengan mempertimbangkan kondisi anak serta proses yang sedang berjalan. Pemkot Surabaya akan terus berkoordinasi dengan kepolisian untuk memastikan pendampingan terhadap keluarga tetap diberikan.

Eri juga mengingatkan bahwa pendidikan pertama bagi anak dimulai dari keluarga. Menurutnya, orang tua perlu mengetahui keseharian anak, memahami lingkungan pergaulannya, serta menyediakan ruang aman agar anak tidak ragu menceritakan pengalaman maupun persoalan yang dihadapi.

“Kalau kita ingin membangun kota dan negara, semuanya harus dimulai dari keluarga. Orang tua harus dekat dengan anaknya, tahu bagaimana kesehariannya, mendengarkan ceritanya, dan memberikan pendidikan yang baik. Jangan sampai komunikasi dengan anak justru semakin jauh,” ujarnya.

Ia menambahkan, perhatian orang tua perlu disertai arahan, keteladanan, dan penanaman nilai-nilai baik sejak dini. Dengan komunikasi yang terjaga, orang tua diharapkan lebih peka terhadap perubahan perilaku anak dan dapat memberikan pendampingan yang dibutuhkan.

“Ini menjadi pembelajaran bagi saya pribadi dan seluruh orang tua. Mari kita lebih mendekatkan diri kepada anak-anak kita. Pendidikan pertama dimulai dari keluarga, dari bagaimana kita membangun komunikasi, memberikan contoh, dan menanamkan nilai-nilai yang baik,” pungkasnya.

Berita terkait

Dibalik Setetes Darah: Beky Mardani Bicara Kebutuhan, Teknologi, dan Keikhlasan Berbagi

Dibalik Setetes Darah: Beky Mardani Bicara Kebutuhan, Teknologi, dan Keikhlasan Berbagi

Jakarta - Spektroom : Setiap hari, ribuan pasien membutuhkan darah untuk bertahan hidup. Bagi mereka, satu kantong darah bukan sekadar cairan yang mengalir dalam selang medis, melainkan harapan untuk kembali pulih, berkumpul bersama keluarga, dan melanjutkan kehidupan. Dibalik harapan itu, ada pekerjaan panjang yang harus dilakukan Palang Merah Indonesia (PMI). Darah yang

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas