Cikal bakal Pancasila, Tidak Lepas Dari sejarah Majapahit

Cikal bakal Pancasila, Tidak Lepas Dari sejarah Majapahit
Kepala BPSDM Hukum Kementerian Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani ( kiri) Narasumber. (Foto Captured Zoom Meet)

Jakarta – Spektroom:Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Hukum Kementerian Hukum Republik Indonesia menggelar Community of Practice (CoP) sebagai wadah berbagi pengetahuan, pengalaman, dan praktik terbaik dalam pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), khususnya dalam memperkuat nilai-nilai Pancasila sebagai landasan moral dan etika dalam pelaksanaan tugas di bidang hukum, secara virtual melalui zoom meet, Selasa (30/6/2026).


Melalui kegiatan ini diharapkan ASN mampu menginternalisasikan nilai-nilai Pancasila dalam setiap proses pengembangan kompetensi, pengambilan keputusan, serta pelayanan publik yang berintegritas, profesional, dan berorientasi pada kepentingan bangsa dan negara.


Sebagai narasumber Kepala BPSDM Hukum Kementerian Hukum, Gusti Ayu Putu Suwardani menyampaikan Cikal bakal Pancasila, tidak lepas dari sejarah pada jaman Kerajaan Majapahit.


“Kalau kita bicara tentang Pancasila, kita juga pasti ingat Bhinneka Tunggal Ika Yang memang sebenarnya fondasinya itu adalah toleransi yang sudah mengalir di dalam diri kita. Karena ternyata pada jaman Kerajaan Majapahit, dari abad ke-14 sudah mengenal Bhinneka Tunggal Ika dan disebutkan di dalam Kitab Suta Soma ciptaan Empu Tantular di frase 139, di bait kelimanya berbunyi Bhinneka Tunggal Ika” terang Gusti Ayu Putu Suwardani menjelaskan.



Menurut Putu Suwardani, saat itu ada dua agama, Hindu dan Buddha tercipta hubungan yang harmonis, berjalan dalam keberagaman, toleransinya berjalan Itu yang terus diangkat oleh Empu Tantular dalam kitabnya dan ternyata itulah yang kelak melahirkan Nusantara yang mengadopsi Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan di Indonesia.



Jadi, lanjut Putu Suwardani, sejarah ini memang tidak boleh kita lupakan, ternyata Bhuneka Tunggal Ika bukan hanya lahir pada saat kemerdekaan, tapi ternyata sudah berabad-abad tahun yang lalu pada saat adanya dua agama besar itu Hindu dan Buddha berjalan bersamaan menyusul muncul agama Islam pada saat itu, yang menumbuhkan harmoni tanpa ada kekacauan, tidak ada seteru dalam perbedaan itu.

audio-thumbnail
Putu Suwardani
0:00
/155.731438


“Nah ini menjadi contoh kita sebenarnya, pada saat berabad-abad tahun yang lalu saja mereka bisa toleransi Bagaimana dengan kita? Pertanyaan ini untuk kita semuanya Karena toleransi itu ternyata DNA-nya bangsa Indonesia, dan itu terkait erat dengan Pancasila. Kalau kita bicara tentang Pancasila itu kata kuncinya teman-teman sekalian mengapa bangsa Indonesia masih berdiri sampai saat ini? Karena toleransi itu bukan sekedar warisan sejarah saja Tapi juga DNA-nya bangsa Indonesia” urai Putu Suwardani.



Dan itu terkait erat dengan Pancasila Karena ternyata toleransi itu memang benar-benar menyatukan berbagai perbedaan Keragaman itu bukan menjadi satu alasan untuk perpecahan Tapi justru untuk memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Itu kata kuncinya.(@Ng).

Berita terkait

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Palangka Raya–Spektroom : Ketika kemarau berlangsung panjang dan kebakaran lahan terus membayangi, kebutuhan warga bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Bantuan disalurkan di sejumlah titik di Kabupaten

Polin, Julianto
Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
ссс