Trending

Cuaca Tak Menentu, Perjalanan Warga Kalteng lewat Udara dan Laut Mengikuti SOP

Cuaca Tak Menentu,  Perjalanan Warga Kalteng lewat Udara dan Laut Mengikuti SOP
Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah Yulindra Dedy saat konfirmasi kepada media terkait kondisi cuaca. (Foto: Sabela/dok)

Palangka Raya-Spektroom : Bagi masyarakat Kalimantan Tengah yang harus bepergian menggunakan pesawat atau kapal, perubahan cuaca bukan sekadar soal kenyamanan perjalanan. Kondisi tersebut berkaitan langsung dengan keselamatan, terutama ketika cuaca dan kualitas udara sedang menjadi perhatian.

Lalu, bagaimana dengan layanan transportasi udara dan laut? Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Tengah Yulindra Dedy mengatakan, kedua moda transportasi tersebut tetap dapat beroperasi dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan standar operasional prosedur (SOP) keselamatan yang berlaku.

Menurutnya, setiap moda transportasi memiliki batas aman operasional yang harus dipenuhi sebelum perjalanan dilakukan. Untuk penerbangan, kondisi cuaca menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan kelayakan operasional pesawat.

“Operasional pesawat mengacu pada prosedur keselamatan dan informasi cuaca yang dikeluarkan oleh pihak berwenang untuk memastikan penerbangan tetap berlangsung dalam kondisi yang aman,” kata Yulindra Dedy saat mengikuti rombongan Forkopimda dan Gubernur Kalteng memberikan bantuan sosial KHBS dan sembako kepada masyarakat terdampak karhutla, Kamis (17/9/2026).

Hal serupa berlaku bagi angkutan laut. Kondisi cuaca dan perairan terus menjadi pertimbangan sebelum perjalanan dilakukan.

“Untuk keputusan operasional angkutan laut menyesuaikan kondisi cuaca dan perairan. Dengan penerapan SOP serta pemantauan kondisi secara berkala, aktivitas transportasi dapat disesuaikan apabila kondisi cuaca tidak memenuhi batas keselamatan,” ujarnya.

Artinya, bagi masyarakat yang hendak bepergian, kelancaran perjalanan tetap berjalan beriringan dengan aspek keselamatan. Perubahan kondisi di lapangan dapat menjadi dasar penyesuaian operasional oleh penyelenggara transportasi.

Di sisi lain, masyarakat juga perlu memperhatikan kondisi lingkungan, terutama kualitas udara akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kondisi saat ini dampak kemarau panjang, berbagai dinas instansi mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi karhutla, tidak melakukan aktivitas pembakaran, serta memperhatikan kemungkinan penurunan kualitas udara yang dapat meningkatkan polusi.

Kabut asap dari kebakaran dapat mengganggu pernapasan dan menyebabkan berbagai masalah kesehatan, kebakaran hutan juga dapat mengganggu produktivitas dan penghasilan bagi masyarakat yang menggantungkan hidupnya dari hasil hutan.

Karena itu, selain memperhatikan informasi perjalanan, masyarakat diimbau menjaga kondisi tubuh ketika kualitas udara memburuk. Penggunaan masker, menutup pintu dan jendela, memperbanyak minum air putih, serta mengurangi aktivitas di luar ruangan menjadi langkah yang dianjurkan.

Di tengah cuaca yang berubah dan ancaman kabut asap, perjalanan masyarakat tetap membutuhkan satu hal yang sama: informasi yang akurat dan keputusan yang mengutamakan keselamatan. (Polin-Sabela)

Berita terkait

Satgas SPPG Kabupaten Jember Sidak Dapur SPPG Ampo Dukuhmencek, Evaluasi Mutu Layanan

Satgas SPPG Kabupaten Jember Sidak Dapur SPPG Ampo Dukuhmencek, Evaluasi Mutu Layanan

Jember-Spektroom : Satgas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Jember menggelar inspeksi mendadak (sidak) di dapur SPPG Ampo, Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi operasional sekaligus memastikan mutu dan kualitas layanan pemenuhan gizi. Sidak tersebut melibatkan Muspika Sukorambi

Budi Sucahyono, Julianto