Satgas SPPG Kabupaten Jember Sidak Dapur SPPG Ampo Dukuhmencek, Evaluasi Mutu Layanan
Jember-Spektroom : Satgas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kabupaten Jember menggelar inspeksi mendadak (sidak) di dapur SPPG Ampo, Desa Dukuh Mencek, Kecamatan Sukorambi, kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Sabtu (24/10/2026).
Kegiatan ini bertujuan mengevaluasi operasional sekaligus memastikan mutu dan kualitas layanan pemenuhan gizi.

Sidak tersebut melibatkan Muspika Sukorambi beserta jajaran, Kepala Puskesmas Sukorambi dr. Sri Isna Amelia Ahmad, Dinas PUPR Kabupaten Jember, Dinas PTSP Kabupaten Jember, Diskominfo Jember, serta sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.
Camat Sukorambi Mahmud Rizal, S.E., M.Si., menyampaikan bahwa sidak lintas instansi diperlukan untuk memastikan operasional dan mutu layanan mendapat perhatian sesuai bidang masing-masing. Evaluasi langsung di lapangan juga menjadi langkah untuk mengidentifikasi kekurangan dan mendorong perbaikan agar layanan pemenuhan gizi berjalan optimal.
“Pemeriksaan seperti ini perlu dilakukan untuk menjamin mutu dan kualitas layanan. Masukan dari dinas terkait menjadi bahan evaluasi agar setiap kekurangan dapat ditindaklanjuti sesuai rekomendasi,” ujarnya. Sabtu (24/10/2026)
Sementara itu, Kepala SPPG Ampo, Muhammad Ichwan, menyatakan kesiapan pihaknya menerima masukan dan rekomendasi dari tim pemeriksa. Menurutnya, hasil sidak akan menjadi bahan evaluasi untuk melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas operasional dapur ke depan.
“Kami siap menerima masukan dan rekomendasi dari dinas terkait. Hasil pemeriksaan ini akan kami jadikan bahan evaluasi dan perbaikan agar operasional dapur semakin baik, Kami juga berharap rekomendasi yang diberikan bisa menjadi penyemangat bagi kami.” kata Muhammad Ichwan.
Sidak ini menjadi bagian dari penguatan koordinasi lintas sektor dalam pengawasan pelaksanaan program pemenuhan gizi. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen Bupati Jember Dr. Muhammad Fawait, S.E., M.Sc., dalam mendorong layanan pemenuhan gizi yang bermutu dan sesuai ketentuan bagi masyarakat.
Ketua DPRD Kabupaten Jember H. Ahmad Halim juga menyuarakan komitmen pengawasan ketat terhadap program prioritas pemerintah pusat. Ia mengancam penutupan dapur MBG yang tidak mematuhi aturan dan menegaskan tanggung jawab moral semua pihak untuk memastikan program berjalan dengan kualitas terbaik.
Menurut Ahmad Halim, ketegasan diambil bukan untuk menghukum, melainkan untuk melindungi hak gizi anak-anak sebagai fondasi pembangunan Jember Maju dan Sejahtera. Program MBG tetap menjadi prioritas utama Pemerintah Kabupaten Jember, dengan harapan perbaikan menyeluruh dapat segera terealisasi demi generasi mendatang. (budi)