Trending

32 Provinsi Bersaing Pada Kejurnas Catur 2026 di Banten

32 Provinsi Bersaing Pada Kejurnas Catur 2026 di Banten
Foto PB Percasi

Oleh: Adi Wiyono

Jakarta - Spektroom : Sebanyak 963 pecatur dari 32 Provinsi mulai hari ini berlaga pada Kejuaraan Nasional Catur ke-51 tahun 2026 dipusatkan di Convention Hall Kampus UIN Maulana Hasanudin, Serang, Banten.

Ajang tersebut resmi dibuka oleh Wakil Gubernur Banten, Achmad Dimyati Natakusumah, bersama Wakil Ketua Umum PB Percasi, Ahmad Ramadhan, pada Jumat (23/10/2026) malam.

Dalam acara yang berlangsung di Pendopo Kantor Gubernur Banten, Serang, Wakil Ketua Umum PB Percasi Ahmad Ramadhan menjelaskan bahwa pemilihan Banten sebagai tuan rumah menjadi salah satu upaya PB Percasi untuk memperkenalkan olahraga catur kepada masyarakat yang lebih luas.

“Yang pertama, tentu PB Percasi Pusat mengucapkan terima kasih dulu, terima kasih kepada pemerintah daerah Provinsi Banten atas terselenggaranya Kejurnas di Banten,“ ucap Ahmad Ramadhan dalam keterangannya.

“Mengapa kami pilih Banten? Kami juga ingin mengenalkan catur, seperti yang saya sampaikan tadi (saat sambutan) bahwa kita punya cabang olahraga catur (yang berprestasi)" lanjutannya.

Ahmad Ramadhan juga menyoroti perkembangan prestasi catur Indonesia di kancah internasional Olimpiade Catur 2026, pecatur putra Indonesia berhasil melonjak hingga 40 peringkat, sedangkan sektor putri mampu mencapai peringkat ke-19 dunia.

Sementara itu, Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah mengapresiasi kepercayaan PB Percasi yang menunjuk Banten sebagai tuan rumah Kejurnas Catur ke-51.

Wagub menilai penyelenggaraan kejuaraan nasional dapat menjadi sarana untuk memperluas minat masyarakat terhadap olahraga catur sekaligus melahirkan generasi pecatur baru.

“Catur itu tadi sudah saya sampaikan, filosofinya sangat dalam. Di catur itu kita bisa mencetak manusia-manusia unggul. Dengan Kejurnas otomatis memasyarakatkan catur,” Achmad Dimyati.

Provinsi Banten menjadi tuan rumah Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-51 yang diikuti 963 peserta dari 32 provinsi di Indonesia.

Ajang ini digelar bersamaan dengan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) ke-46 sebagai upaya mendorong prestasi dan memperluas pembinaan olahraga catur nasional.(@Ng-AdWi).

Berita terkait

Polres Bengkalis Gelar Latpraops Patuh Lancang Kuning 2026, Tekan Angka Pelanggaran Lalu Lintas

Polres Bengkalis Gelar Latpraops Patuh Lancang Kuning 2026, Tekan Angka Pelanggaran Lalu Lintas

Bengkalis-Spektroom: Pihak Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis menggelar Latihan Praoperasi (Latpraops) Patuh Lancang Kuning Tahun 2026 di Aula Tantya Sudhirajati Polres Bengkalis, Jalan Pertanian, Kecamatan Bengkalis, pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan kesiapan personel serta memantapkan strategi pengamanan berlalu lintas di wilayah hukum Kabupaten Bengkalis. Kegiatan

Salman Nurmin, Heriyoko
Solo–Xi’an Resmi Jalin Kerja Sama Sister City, Bidik Pariwisata hingga Investasi

Solo–Xi’an Resmi Jalin Kerja Sama Sister City, Bidik Pariwisata hingga Investasi

Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta Respati Ardi resmi menandatangani kesepakatan kerja sama sister city antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dan Pemerintah Kota Xi’an, China, untuk memperkuat kolaborasi di bidang pariwisata, budaya, pendidikan, teknologi, serta ekonomi dan perdagangan. Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan dalam forum Sister City Dialogue di Xingqing Park,

Ciptati Handayani, Heriyoko
Dinilai Merakyat dan Terbuka, Gaya Kepemimpinan Ahmad Luthfi Dapat Apresiasi dari Forum Dekan Ilmu Sosial

Dinilai Merakyat dan Terbuka, Gaya Kepemimpinan Ahmad Luthfi Dapat Apresiasi dari Forum Dekan Ilmu Sosial

Semarang - Spektroom: Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendapat sorotan positif dari sejumlah akademisi ilmu sosial dan politik yang tergabung dalam Forum Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (Fordekiis). Ahmad Luthfi dinilai memiliki gaya kepemimpinan yang merakyat, humanis, serta terbuka terhadap kolaborasi dengan kalangan akademisi.

Sigit Budi Riyanto, Heriyoko