Trending

Mitigasi Bencana Teluk Ambon, BMKG Edukasi Warga Lewat Sekolah Lapang Gempa 2026

Mitigasi Bencana Teluk Ambon, BMKG Edukasi Warga Lewat Sekolah Lapang Gempa 2026
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) 2026 di Ruang Rapat Vlesinggen, Balai Kota Ambon, Sabtu (24/10/2026)Foto .Eva.M

Ambon-Spektroom: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menggelar Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami (SLG) 2026 di Ruang Rapat Vlesinggen, Balai Kota Ambon, Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini bertujuan untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat Ambon yang tinggal di kawasan tektonik aktif demi menekan risiko korban jiwa saat bencana terjadi.

Acara yang mengusung tema "Pahami Potensi dan Aksi Cepat terhadap Gempa Bumi dan Tsunami Menuju Indonesia Emas 2045" ini diikuti oleh 55 peserta. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, Basarnas, tenaga kesehatan, praktisi pendidikan, media massa, perguruan tinggi, hingga masyarakat umum.

Kegiatan ini dibuka secara daring oleh Anggota Komisi V DPR RI dari Fraksi PAN daerah pemilihan Maluku, Widya Pratiwi. Turut hadir secara langsung di lokasi acara Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena bersama jajaran BMKG serta pemangku kepentingan terkait.

Dalam sambutannya, Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena mengingatkan bahwa Kota Ambon memiliki rekam jejak panjang terkait bencana alam. Ia menyinggung beberapa peristiwa besar masa lalu, seperti gempa dan tsunami tahun 1674, serta gempa bermagnitudo 7,3 pada tahun 1950 yang berdampak serius di kawasan Galala dan Hative Kecil.

Selain itu, ia juga mengingatkan kembali pengalaman gempa Ambon pada tahun 2019. Kala itu, ribuan aktivitas gempa tercatat, termasuk gempa utama bermagnitudo 6,8 yang mengakibatkan kerusakan signifikan pada bangunan fisik. “Bencana tidak mungkin kita hindari. Yang penting adalah bagaimana kesiapsiagaan kita supaya ketika bencana datang, kita bisa menghadapinya,” tegas Bodewin.

Sebagai bentuk komitmen, Bodewin menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Ambon telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 6 Tahun 2017 tentang Penanggulangan Bencana. Upaya konkret di lapangan juga terus dilakukan, mulai dari pemasangan rambu-rambu evakuasi hingga penguatan edukasi kebencanaan yang berkolaborasi dengan BMKG serta mitra terkait.

Sementara itu, Kepala Stasiun Geofisika Kelas I Ambon, Sujabar, menjelaskan bahwa pelaksanaan SLG tahun ini secara khusus menyasar masyarakat di tiga wilayah Kecamatan Teluk Ambon, yaitu Negeri Rumah Tiga, Desa Poka, dan Kelurahan Tihu.

Di sisi lain, Widya Pratiwi dalam arahannya menekankan pentingnya program edukasi yang berkelanjutan. Menurutnya, masyarakat harus benar-benar memahami langkah penyelamatan mandiri sebelum, saat, dan sesudah gempa terjadi, termasuk mengenali jalur evakuasi dan titik kumpul yang aman.

Melalui program Sekolah Lapang ini, BMKG berharap masyarakat di wilayah rawan bencana tidak hanya sekadar memahami potensi ancaman, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bertindak cepat, tepat, dan mandiri guna menekan risiko korban jiwa seminimal mungkin.

Berita terkait

Polres Bengkalis Gelar Latpraops Patuh Lancang Kuning 2026, Tekan Angka Pelanggaran Lalu Lintas

Polres Bengkalis Gelar Latpraops Patuh Lancang Kuning 2026, Tekan Angka Pelanggaran Lalu Lintas

Bengkalis-Spektroom: Pihak Kepolisian Resor (Polres) Bengkalis menggelar Latihan Praoperasi (Latpraops) Patuh Lancang Kuning Tahun 2026 di Aula Tantya Sudhirajati Polres Bengkalis, Jalan Pertanian, Kecamatan Bengkalis, pada Sabtu (24/10/2026). Kegiatan ini dilakukan guna meningkatkan kesiapan personel serta memantapkan strategi pengamanan berlalu lintas di wilayah hukum Kabupaten Bengkalis. Kegiatan

Salman Nurmin, Heriyoko
Solo–Xi’an Resmi Jalin Kerja Sama Sister City, Bidik Pariwisata hingga Investasi

Solo–Xi’an Resmi Jalin Kerja Sama Sister City, Bidik Pariwisata hingga Investasi

Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta Respati Ardi resmi menandatangani kesepakatan kerja sama sister city antara Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta dan Pemerintah Kota Xi’an, China, untuk memperkuat kolaborasi di bidang pariwisata, budaya, pendidikan, teknologi, serta ekonomi dan perdagangan. Penandatanganan kesepakatan tersebut dilakukan dalam forum Sister City Dialogue di Xingqing Park,

Ciptati Handayani, Heriyoko
Dinilai Merakyat dan Terbuka, Gaya Kepemimpinan Ahmad Luthfi Dapat Apresiasi dari Forum Dekan Ilmu Sosial

Dinilai Merakyat dan Terbuka, Gaya Kepemimpinan Ahmad Luthfi Dapat Apresiasi dari Forum Dekan Ilmu Sosial

Semarang - Spektroom: Gaya kepemimpinan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, mendapat sorotan positif dari sejumlah akademisi ilmu sosial dan politik yang tergabung dalam Forum Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Sosial Perguruan Tinggi Negeri se-Indonesia (Fordekiis). Ahmad Luthfi dinilai memiliki gaya kepemimpinan yang merakyat, humanis, serta terbuka terhadap kolaborasi dengan kalangan akademisi.

Sigit Budi Riyanto, Heriyoko