Dalam Hitungan Menit Enam Unit Rumah Bersama Satu Unit Mobil Ludes Dilalap Si Jago Merah di Sampeang Rumbia Jeneponto

Reporter: M. Yahya Patta

Dalam Hitungan Menit  Enam Unit Rumah Bersama Satu Unit Mobil Ludes Dilalap Si Jago Merah di Sampeang Rumbia Jeneponto

Spektroom - Sedikitnya 20 orang warga kampung Sampeang Desa Bonto Tiro Kecamatan Rumbia Kabupaten Jeneponto dalam sekejap mata kehilangan tempat tinggal akibat rumah yang bersangkutan dilalap Si Jago Merah.

Amukan Si Jago Merah terjadi Kamis 14 Agustus 2025 yang diduga berasal dari arus pendek listrik itu menghanguskan 6 rumah menjadi puing-puing arang bersama 1 unit mobil ikut ludes. Kepada Media Spektroom.co.id, warga setempat, Baso mengatakan cepatnya aksi kobaran api karena hembusan angin begitu keras.

Kobaran api berhasil dipadamkan berkat kerja keras warga setempat dan Petugas Damkar Pemkab Jeneponto dibantu Damkar dari Kabupaten Bantaeng. Saat berita ini dibuat, korban kebakaran masih mengungsi di rumah keluarga masing-masing di kampung tersebut. Nama-nama Korban kebakaran di kampung Sampeang masing-masing, mantan Kades Bonto Tiro, Daeng Sirua, Daeng Liwang, Daeng Caya, Daeng Tumpu dan satu lagi belum diketahui nama pemilik rumah yang terbakar.

Berita terkait

Dua Perusahaan Bersatu Hadang Karhutla di Ketapang, Sekat Bakar Dibangun di Perbatasan Konsesi

Dua Perusahaan Bersatu Hadang Karhutla di Ketapang, Sekat Bakar Dibangun di Perbatasan Konsesi

Ketapang - Spektroom : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, di tengah musim kemarau mendorong PT Mayawana Persada dan PT Jalin Vaneo memperkuat langkah pencegahan secara bersama-sama. Kedua perusahaan pemegang konsesi hutan tersebut membangun sekat bakar atau firebreak di kawasan perbatasan konsesi, Selasa (15/9/2026)

Apolonius Welly, Buang Supeno
7 Fraksi DPRD Kalteng Desak RAPBD 2027 Tak Sekadar Jadi Angka di Atas Kertas

7 Fraksi DPRD Kalteng Desak RAPBD 2027 Tak Sekadar Jadi Angka di Atas Kertas

Palangka Raya-Spektroom: Tujuh fraksi DPRD Kalimantan Tengah mengingatkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah agar RAPBD 2027 tidak berhenti sebagai deretan angka dalam dokumen anggaran. Mereka menuntut setiap rupiah anggaran memiliki sasaran yang jelas dan berdampak langsung terhadap kebutuhan masyarakat. Pandangan itu disampaikan tujuh fraksi DPRD Kalteng dalam Rapat Paripurna Ke-6 Masa

Polin, Buang Supeno
ссс