Dana Desa Berkurang 58 Persen Lebih Bupati Jember Beri Solusi Atasi Keresahan Kades

Dana Desa Berkurang 58 Persen Lebih Bupati Jember Beri Solusi Atasi Keresahan Kades
Bupati Jember Muhammad Fawait saat acara sosialisasi penyaluran bantuan pangan (Foto Budi Spektroom)

Jember-Spektroom : Alokasi Dana Desa (DD) untuk seluruh desa di Indonesia pada tahun anggaran 2026 mengalami pengurangan signifikan sebesar 58,03 persen dari pagu sebelumnya. Berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 7 Tahun 2026, desa yang sebelumnya menerima kucuran dana berkisar Rp800 juta hingga Rp1,8 miliar, tahun ini hanya akan menerima sekitar Rp 375 juta.

Kebijakan ini memicu kekhawatiran para kepala desa, terutama terkait keberlanjutan pembangunan infrastruktur seperti jalan desa dan irigasi. Sebab, pemangkasan tersebut berpotensi menyulitkan pemerintah desa dalam menjalankan program pembangunan fisik. Situasi ini menjadi kian krusial mengingat pada tahun 2027, Kabupaten Jember dijadwalkan menggelar pemilihan kepala desa (Pilkades) serentak di 161 desa dari total 226 desa yang ada.

Bupati Jember Muhammad Fawait dalam acara sosialisasi penyaluran bantuan pangan di Pendopo Wahya Wibawa Graha, Jum'at (27/03/2026), menanggapi keresahan kades, memberikan solusi guna menenangkan jajaran pemerintah desa. Bupati Fawait menegaskan, bahwa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember akan hadir membantu meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga mengalami rasionalisasi.

"Terkait pengurangan DD akibat kebijakan efisiensi pusat, para kepala desa tidak perlu khawatir. Pemkab Jember tidak akan tinggal diam. Kami akan membantu pemerintah desa mengatasi masalah tersebut," tegas Bupati Fawait.

Bupati Fawait menawarkan opsi pengalihan tanggung jawab perbaikan jalan desa yang rusak kepada pemerintah kabupaten jika anggaran desa tidak lagi mencukupi.

"Jalan desa memang tanggung jawab kepala desa. Namun, dengan kondisi anggaran saat ini, Bapak/Ibu bisa menyerahkan proses perbaikannya kepada kami. Setelah jalan tersebut bagus dan selesai diperbaiki, akan kami kembalikan kewenangannya ke desa," jelasnya.

Bupati Fawait menjelaskan bahwa program pemerintah pusat lainnya, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), menjadi instrumen penggerak ekonomi yang mampu menambal kekurangan APBD.

"Meskipun APBD Jember yang bernilai lebih dari Rp4 triliun mengalami pengurangan ratusan miliar, program MBG akan memutar dana sekitar Rp4 triliun di wilayah Jember. Ini membuktikan pemerintah pusat selalu memberikan jalan keluar bagi setiap permasalahan di daerah," pungkasnya. (Budi S)

Berita terkait

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Sinergi KDKMP-KNMP Dorong Kesejahteraan Nelayan Melalui Ekosistem Usaha Terintegrasi

Jakarta - Spektroom :  Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah memastikan, Kementerian Koperasi (Kemenkop) berkomitmen memperkuat peran koperasi dalam mendukung percepatan pembangunan dan operasionalisasi Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui sinergi kelembagaan dan kemitraan usaha yang terintegrasi. “Langkah ini dijalankan untuk memastikan hasil laut dinikmati secara

Nurana Diah Dhayanti
Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Menkop Konsolidasikan Koperasi Banjarnegara, Operasional KDKMP Dipercepat

Jakarta — Spektroom : Menkop meminta seluruh pengurus KDKMP Panerusan Wetan dan koperasi di Banjarnegara untuk segera bersiap menyambut tiga langkah konkret Kemenkop. Langkah pertama mencakup sosialisasi teknis mengenai mekanisme operasionalisasi unit usaha KDKMP di lapangan. Hal tersebut diungkapkan Menteri Koperasi Ferry Juliantono di Jakarta, Selasa ( 15/9/2026) membahas  hasil kunjungan

Nurana Diah Dhayanti
Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Siswa SMPN 2 Jember Wajib Setor Sampah Sebelum Pulang, Menanamkan Kebersihan Lingkungan Sejak Dini

Jember-Spektroom : Kepala SMPN 2 Jember, Heru Wahyudi, S.Pd., M.Pd., mengatakan kepedulian terhadap lingkungan perlu dibangun melalui pembiasaan. Menurutnya, pendidikan lingkungan akan lebih bermakna apabila nilai-nilai yang diperoleh siswa di sekolah dapat diterapkan dalam kehidupan di luar sekolah. “Kami ingin kepedulian terhadap lingkungan menjadi kebiasaan, bukan sekadar kegiatan sesaat.

Budi Sucahyono, Julianto
Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Bakesbangpol Bekali 210 Mahasiswa Baru UM Jember Wawasan Kebangsaan Menuju Indonesia Emas 2045

Jember-Spektroom : Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Jember mendorong mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah (UM) Jember menjadi generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kesadaran kebangsaan, mampu menyikapi perbedaan, serta bertanggung jawab dalam menggunakan ruang digital. Pesan tersebut disampaikan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Jember yang dalam kesempatan ini

Budi Sucahyono, Julianto
ссс