Dari Kapuas ke Panggung Nasional, Dua Siswa MAN Buktikan Kualitas dengan Gelar Duta

Dari Kapuas ke Panggung Nasional, Dua Siswa MAN Buktikan Kualitas dengan Gelar Duta
Foto bersama Lukman dan Maulidina Fitri diapit Ahmad Mulyadi - Kepala MAN Kapuas dan Hj. Jumirah - Waka Madrasah Bidang Kesiswaan. (Foto: Maturidi/istimewa)

Kuala Kapuas-Spektroom : Kabar baik datang dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kapuas. Dua siswanya sukses menembus panggung nasional dan pulang dengan gelar bergengsi pada ajang Duta Indonesia dan Duta Persada Nusantara 2026.

Lukman, siswa kelas X-3, meraih gelar Juara Duta Indonesia Batch 2. Sementara Maulidina Fitri dari kelas X-4 dinobatkan sebagai Duta Persada Nusantara. Bukan sekadar titel, capaian ini jadi bukti bahwa siswa daerah juga bisa bicara banyak di level nasional.

Kepala MAN Kapuas, Ahmad Mulyadi, tak menutupi rasa bangganya. Ia menegaskan prestasi ini lahir dari proses panjang pembinaan yang konsisten.

“Ini bukan hanya kebanggaan bagi madrasah, tetapi juga bukti bahwa siswa MAN Kapuas mampu bersaing secara nasional. Mereka menunjukkan dedikasi, kerja keras, dan kualitas diri yang luar biasa,” ujarnya.

Apresiasi resmi diberikan pada Senin (4/5/2026) usai upacara bendera di halaman madrasah. Disaksikan guru dan seluruh siswa, momen itu terasa lebih dari sekadar seremoni ada semangat yang menular: kalau mereka bisa, yang lain juga harus berani mencoba.

Ajang Duta Indonesia dan Duta Persada Nusantara tahun ini digelar secara daring, dengan peserta dari berbagai penjuru Indonesia. Meski tanpa tatap muka, persaingan tetap ketat. Penilaian mencakup kepribadian, wawasan kebangsaan, hingga kemampuan komunikasi publik paket lengkap, bukan sekadar tampil percaya diri di depan kamera.

Prestasi ini menegaskan satu hal: MAN Kapuas tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga membentuk karakter dan keberanian tampil. Hasilnya mulai terlihat dan layak disyukuri, bukan sekadar dirayakan sesaat. (Polin-Maturidi)

Berita terkait

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Palangka Raya–Spektroom : Ketika kemarau berlangsung panjang dan kebakaran lahan terus membayangi, kebutuhan warga bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Bantuan disalurkan di sejumlah titik di Kabupaten

Polin, Julianto
Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
ссс