Dari Madrasah untuk Dunia: Guru MAN IC Kota Palangka Raya Jadi Pemakalah Internasional di Istiqlal

Dari Madrasah untuk Dunia: Guru MAN IC Kota Palangka Raya Jadi Pemakalah Internasional di Istiqlal
E-flyer Ahmad Riyadh Maulidi, M.Pd., menjadi pemakalah dalam International Conference on Istiqlal Declaration (ICID) 2026. (Foto: dok humas MAN IC Pky)

Palangka Raya-Spektroom: Ruang kelas bukan satu-satunya tempat guru madrasah berbagi ilmu. Dari Palangka Raya, gagasan tentang pendidikan Islam dan kepedulian terhadap lingkungan dibawa hingga ke forum akademik internasional di Jakarta.

Guru MAN Insan Cendekia (IC) Kota Palangka Raya, Ahmad Riyadh Maulidi, M.Pd., menjadi salah satu pemakalah dalam International Conference on Istiqlal Declaration (ICID) 2026 yang berlangsung di Masjid Istiqlal, Jakarta, Kamis (24/9/2026).

Dalam forum tersebut, Ahmad Riyadh bersama Saibatul Hamdi, M.Pd., guru MTsN Seruyan, mempresentasikan karya ilmiah mengenai pendidikan ekoteologi Islam. Gagasan itu masuk dalam tema “Eco-Theology, Climate Action, and Sustainable Development”, yang membahas keterkaitan nilai keagamaan dengan persoalan lingkungan, perubahan iklim, dan pembangunan berkelanjutan.

Keikutsertaan guru madrasah dari Kalimantan Tengah ini memberi pesan bahwa ruang kontribusi pendidik tidak berhenti di depan papan tulis. Pengetahuan yang dibangun di lingkungan madrasah juga dapat dibawa ke ruang akademik yang lebih luas, bahkan ke forum internasional.

Plt. Kepala MAN IC Kota Palangka Raya, Fahmi Ali, menyambut baik keikutsertaan Ahmad Riyadh. Menurutnya, partisipasi tersebut menjadi bagian dari upaya madrasah membangun budaya akademik sekaligus memperluas kontribusi guru di tengah masyarakat.

“Kami tentu mengapresiasi dan mendukung keikutsertaan Ahmad Riyadh dalam konferensi internasional ini. Guru madrasah tidak hanya memiliki peran di ruang kelas, tetapi juga perlu hadir dalam ruang-ruang akademik, menyampaikan gagasan dan hasil pemikiran yang berangkat dari nilai-nilai keislaman serta persoalan nyata yang dihadapi masyarakat,” ujarnya, Jumat (25/9/2026).

ICID 2026 merupakan bagian dari rangkaian International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 yang berlangsung 25–28 September 2026 di sejumlah lokasi di Jakarta. Forum ini mempertemukan imam besar dan tokoh agama dari berbagai negara untuk membahas isu keagamaan, perdamaian, kemanusiaan, serta berbagai tantangan global.

Sebanyak 96 makalah dipresentasikan dalam konferensi tersebut. Mayoritas pemakalah berasal dari perguruan tinggi keagamaan Islam di berbagai daerah di Indonesia.

Bagi MAN IC Kota Palangka Raya, keterlibatan tersebut menjadi bagian dari komitmen membangun budaya riset, literasi akademik dan publikasi di kalangan guru maupun peserta didik.

Prestasi Ahmad Riyadh sekaligus membuka ruang motivasi bagi lingkungan madrasah di Kalimantan Tengah: mengajar dan meneliti bukan dua dunia yang terpisah. Dari madrasah, gagasan dapat tumbuh, dikaji, lalu dibawa untuk ikut menjawab persoalan dunia.

(Polin-M. Rymizard)

Berita terkait

Komisi X DPR: Masyarakat di Sekitar Cagar Budaya Tidak Boleh Tertinggal

Komisi X DPR: Masyarakat di Sekitar Cagar Budaya Tidak Boleh Tertinggal

Jakarta-Spektroom : Upaya pemerintah untuk melindungi dan mengembangkan kawasan cagar budaya jangan hanya memprioritaskan kelestarian fisik situs semata. Masyarakat yang berdomisili di sekitar cagar budaya juga harus mendapat perhatian dengan kata lain mendapat manfaat bukan malah tertinggal. "Jangan sampai masyarakat di lingkungannya justru terkesan tidak diberikan apa-apa, makin tertinggal, atau

Mohaikal Yunus, Julianto