Dari Pemasaran Konvensional Menuju Digital, Warga Belajar Kembangkan UMKM
Jakarta-Spektroom; Berjualan dari rumah selama ini menjadi pilihan Rosida, warga RT 09/RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, Kecamatan Duren Sawit, Jakarta Timur. Usaha alat tulis dan kantor (ATK) yang dijalaninya masih mengandalkan cara pemasaran sederhana, terutama melalui rekomendasi pelanggan dari mulut ke mulut.
Namun, Rosida menyadari bahwa perkembangan teknologi membuka peluang lebih luas bagi usahanya. Produk yang selama ini hanya dikenal oleh konsumen di sekitar tempat tinggalnya berpotensi menjangkau pembeli dari berbagai wilayah melalui pemasaran digital.
Kesadaran itulah yang mendorong perempuan berusia 40 tahun tersebut mengikuti pelatihan digital marketing yang diselenggarakan bagi warga Pondok Bambu. Ia berharap, ilmu yang diperoleh dapat menjadi bekal untuk mengembangkan usaha sekaligus memperkenalkan produknya kepada lebih banyak calon pelanggan.
"Saya sangat senang ikut pelatihan ini karena ingin lebih banyak mengetahui soal digital marketing, terutama di bidang UMKM," ungkap Rosida.
Harapan Rosida sejalan dengan tujuan pelatihan digital marketing yang diikuti 16 warga Kelurahan Pondok Bambu. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan masyarakat dalam memasarkan produk melalui berbagai platform digital, sekaligus membuka peluang usaha yang lebih produktif dan berdaya saing.
Pelatihan angkatan kedua ini berlangsung selama 16 hari kerja, mulai pukul 08.00 hingga 16.00 WIB. Kegiatan dipusatkan di Aula Maryam Waffiyyah, RW 02, Kelurahan Pondok Bambu, dan dimulai pada Senin (2/11/2026).
Pesertanya berasal dari berbagai unsur masyarakat, mulai dari anggota karang taruna, kader PKK, hingga penggiat UMKM. Keberagaman peserta tersebut diharapkan dapat memperluas manfaat pelatihan, tidak hanya bagi mereka yang telah memiliki usaha, tetapi juga generasi muda yang tertarik membangun usaha sendiri.
Lurah Pondok Bambu, Ateng Surahman, mengapresiasi inisiatif pengurus RW 02 yang terus menghadirkan kegiatan peningkatan keterampilan masyarakat melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk dukungan program tanggung jawab sosial perusahaan dan pemerintah.
"Pelatihan digital marketing ini manfaatnya sangat besar, terutama bagi generasi Z," ujarnya.
Ia berharap, kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan peserta untuk menumbuhkan semangat berwirausaha. Dengan keterampilan yang diperoleh, warga diharapkan mampu mengembangkan usaha mikro dari rumah maupun tempat usaha masing-masing.
Ateng juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Ketenagakerjaan RI yang telah memberikan kesempatan kepada warga Pondok Bambu untuk mengikuti pelatihan secara gratis.
"Perkembangan teknologi digital membuka peluang bagi pelaku usaha untuk menjangkau konsumen lebih luas tanpa terbatas wilayah pemasaran konvensional. Untuk itu, peserta diminta memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik-baiknya," katanya.