Trending

Dari Peringatan Hari Otonomi Daerah, Toisuta Soroti Birokrasi Masih Berorientasi pada Penyerapan Anggaran

Dari Peringatan Hari Otonomi Daerah, Toisuta Soroti Birokrasi Masih Berorientasi pada Penyerapan Anggaran
Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta saat memimpin peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 di halaman Balai Kota Ambon. (foto Eva. M.).

Ambon -Spektroom:Wakil Wali Kota Ambon, Ely Toisuta, menyoroti keras pola kerja birokrasi pemerintah kota yang dinilai masih berorientasi pada penyerapan anggaran ketimbang hasil nyata bagi masyarakat, saat memimpin peringatan Hari Otonomi Daerah ke-30 tahun 2026 di halaman upacara Balai Kota Ambon.

Dalam momentum yang seharusnya menjadi refleksi kinerja pemerintahan daerah itu, Toisuta menegaskan bahwa otonomi daerah tidak boleh berhenti pada rutinitas administratif, tetapi harus mampu menghadirkan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Ia mengungkapkan, selama tiga dekade pelaksanaan otonomi daerah, masih ditemukan ketidak sinkron antara perencanaan dan penganggaran pusat dan daerah. Kondisi tersebut memicu tumpang tindih program, duplikasi anggaran, hingga rendahnya efektivitas pembangunan.

“Birokrasi kita masih cenderung mengejar serapan anggaran, bukan capaian hasil yang dirasakan masyarakat. Ini harus diubah,” tegasnya.

Toisuta mendorong reformasi birokrasi berbasis outcome dengan memperkuat digitalisasi terintegrasi dan inovasi daerah, agar tata kelola pemerintahan menjadi lebih cepat, responsif, dan berdampak.

Selain itu, ia juga menyinggung keterbatasan fiskal daerah akibat tingginya ketergantungan pada dana transfer pusat. Menurutnya, kondisi ini mempersempit ruang gerak pemerintah daerah dalam merespons kebutuhan lokal secara fleksibel.

Dalam pidatonya, Toisuta turut mengkritik lemahnya kolaborasi antar daerah dalam menangani isu lintas wilayah seperti transportasi, pengelolaan lingkungan, hingga pengendalian banjir dan sampah, yang seharusnya ditangani secara bersama.

Ia juga menyoroti masih lebarnya kesenjangan layanan dasar, mulai dari pendidikan, kesehatan, air bersih hingga perlindungan sosial, terutama di wilayah tertinggal.

Pemerintah daerah, katanya, harus menempatkan pemenuhan layanan dasar sebagai prioritas utama.(EM)

Berita terkait

Satresnarkoba Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Produksi Miras Ilegal di Ajibarang, 1.138,8 Liter Diamankan

Satresnarkoba Polresta Banyumas Ungkap Dugaan Produksi Miras Ilegal di Ajibarang, 1.138,8 Liter Diamankan

Banyumas-Spektroom : Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polresta Banyumas mengungkap dugaan aktivitas produksi dan penjualan minuman keras (miras) ilegal di Kecamatan Ajibarang, Kabupaten Banyumas. Dari penggeledahan sebuah rumah milik SB (34), polisi mengamankan sebanyak 1.138,8 liter miras berbagai jenis. Pengungkapan tersebut dilakukan dalam kegiatan Kegiatan Rutin Yang Ditingkatkan (KRYD)

Bian Pamungkas
Tujuh UPT BPOM Regional Manado Satukan Langkah Perkuat Pengujian Obat dan Makanan

Tujuh UPT BPOM Regional Manado Satukan Langkah Perkuat Pengujian Obat dan Makanan

Sofifi-Spektroom : Jarak geografis boleh memisahkan, tetapi komitmen menjaga keselamatan masyarakat menyatukan. Semangat inilah yang mengemuka dalam Monitoring dan Evaluasi (Monev) Sistem Regionalisasi Laboratorium Regional Manado yang berlangsung selama dua hari di Aula Kie Raha, Balai POM Maluku Utara di Sofifi. Kegiatan ini mempertemukan tujuh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BPOM

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru