Dari Rumah, Murid MI Terpadu Berkah Belajar Arti Perjuangan Lewat Jembatan Pensil
Palangka Raya-Spektroom: Belajar tentang perjuangan tidak selalu harus berlangsung di ruang kelas. Dari rumah masing-masing, murid MI Terpadu Berkah Palangka Raya diajak memaknai persahabatan, kepedulian, dan semangat pantang menyerah melalui film edukatif Jembatan Pensil, dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda, Rabu 28 Oktober tahun ini.
Kegiatan nonton bareng (nobar) secara daring ini tidak sekadar menghadirkan hiburan bagi peserta didik. Madrasah ingin menanamkan nilai-nilai kehidupan melalui kisah perjuangan anak-anak dalam menghadapi keterbatasan, sekaligus mengingatkan bahwa kondisi yang tidak selalu mudah bukan alasan untuk berhenti belajar dan mengejar cita-cita.
Kepada Spektroom, Kamis, (29/10/2026) Kepala MI Terpadu Berkah Palangka Raya, Aminah Khairunnisa, M.Pd., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk menumbuhkan karakter positif pada diri peserta didik, sejalan dengan semangat Sumpah Pemuda.
“Melalui kegiatan nobar film Jembatan Pensil dalam rangka Hari Sumpah Pemuda, kami ingin menanamkan nilai perjuangan, persahabatan, semangat belajar, dan pantang menyerah kepada peserta didik. Semoga anak-anak MI Terpadu Berkah tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, saling peduli, dan terus berjuang meraih cita-cita demi masa depan bangsa,” ujarnya.
Pesan tersebut diperkuat melalui pembelajaran yang dekat dengan kehidupan anak. Guru MI Terpadu Berkah, Siti Nur Zulaihah, S. Ag menilai kisah dalam film itu dapat menjadi sarana untuk mengajak murid memahami arti ketekunan, gotong royong, dan penghargaan terhadap perjuangan orang lain.
“Film Jembatan Pensil mengajarkan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti belajar dan bermimpi. Melalui kegiatan nobar ini, kami berharap peserta didik dapat belajar tentang ketekunan, persahabatan, gotong royong, serta pentingnya menghargai perjuangan orang lain,” tuturnya.
Pembelajaran dari rumah juga memberi ruang bagi orang tua untuk ikut mendampingi anak. Dengan demikian, pesan yang diperoleh dari tayangan edukatif tidak berhenti ketika film selesai, tetapi dapat menjadi bahan percakapan dan pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari.
Bunda Elsa wali murid kelas 3 A mengapresiasi kegiatan tersebut karena anak-anak memperoleh hiburan sekaligus pelajaran tentang kemandirian dan kepedulian terhadap sesama.
“saya ikut senang kegiatan nobar ini karena dampak karhutla saat anak-anak belajar di rumah, tidak hanya mendapatkan hiburan, tetapi juga pelajaran berharga tentang semangat belajar, kemandirian, dan kepedulian terhadap sesama,” ungkapnya.
Dari sebuah film yang ditonton bersama meski berada di rumah masing-masing, murid diajak memahami bahwa masa depan bangsa dibangun melalui karakter, kepedulian, dan kemauan untuk terus berjuang. (Polin-Humas MIT Berkah PRaya)