Data Rapi, Warga Bergerak: Dasawisma Sungai Bedaun Dibedah Ulang Demi Desa Mandiri

Data Rapi, Warga Bergerak: Dasawisma Sungai Bedaun Dibedah Ulang Demi Desa Mandiri
Foto bersama Ketua TP PKK Kobar, Atikaningsih Suyanto, dan Kepala DPMD Kobar, Aida Lailawati, Tim Penilai dan peserta. (Foto: Humas DPMD Kobar)

Pangkalan Bun-Spektroom : Penguatan peran Dasawisma jadi fokus utama saat Tim Penggerak PKK Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) turun langsung ke Desa Sungai Bedaun, Kecamatan Kumai, Senin, (4/5/2026). Kunjungan ini bukan sekadar penilaian, tapi pembinaan menyeluruh untuk mendorong desa lebih mandiri dan tertata.

Ketua TP PKK Kobar, Atikaningsih Suyanto, dan Kepala DPMD Kobar, Aida Lailawati, memimpin langsung kegiatan yang fokus menyoroti fungsi Dasawisma sebagai ujung tombak mulai dari pendataan warga, penyuluhan, hingga penggerak aktivitas masyarakat.

Aida mengakui pembangunan fisik desa menunjukkan progres positif. Namun ia mengingatkan, tantangan berikutnya justru pada kecerdikan mengelola anggaran di tengah kebijakan efisiensi nasional.

“Pembangunan harus tetap jalan. Kepala desa sudah cukup baik mengelola anggaran, tapi ke depan perlu lebih kreatif, termasuk menggandeng perusahaan sekitar melalui CSR untuk menambah PADes,” ujarnya.

Lebih jauh, Aida menekankan pentingnya PKK sebagai mesin penggerak kemandirian keluarga bukan hanya soal kesehatan, tapi juga ekonomi berbasis rumah tangga.

Di sisi lain, Atikaningsih menyoroti persoalan klasik: yaitu data. Menurutnya, beban satu kelompok Dasawisma yang menangani sekitar 60 rumah per RT jelas tidak efektif.

“Kalau target akurasi data 30 persen mau tercapai, ini harus dibenahi. Idealnya satu Dasawisma maksimal 20 rumah. Dengan 9 RT, perlu segera dibentuk kelompok baru agar kader bisa memantau lebih detail,” tegasnya.

Ia juga mendorong desa mengalokasikan minimal 5 persen APBDes untuk operasional PKK, sekaligus memperkuat jalur komunikasi dari warga, kader, hingga pemerintah desa. Tanpa itu, program bagus pun bisa mandek di tengah jalan.

Tim penilai turut mengecek aspek penyuluhan seperti PAREEDI, pencegahan KDRT, dan program KADARKUM, serta inovasi sosial berupa Rumah Sehat dan Kebun TOGA yang sudah berjalan di lapangan.

Kepala Desa Sungai Bedaun, Torin, merespons dengan sikap terbuka. Ia memastikan pembenahan akan segera dilakukan, termasuk penguatan kelembagaan dan administrasi Dasawisma.

“Ini bukan soal lomba atau juara. Kami butuh bimbingan agar sistem yang ada lebih rapi dan benar-benar bermanfaat bagi masyarakat,” katanya.

Pesan dan programnya jelas kalau data kuat, gerakan warga hidup, desa tak lagi jalan di tempat. (Polin-Risa)

Berita terkait

Bupati Annisa dan TNI Resmikan Jembatan Aramco di Dharmasraya, Wujud Dukungan Presiden Prabowo untuk Akses Masyarakat

Bupati Annisa dan TNI Resmikan Jembatan Aramco di Dharmasraya, Wujud Dukungan Presiden Prabowo untuk Akses Masyarakat

Dharmasraya–Spektroom : Upaya membuka keterisolasian wilayah dan meningkatkan akses masyarakat di Kabupaten Dharmasraya kembali menunjukkan hasil nyata. Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani, bersama perwakilan Komando Distrik Militer (Kodim) 0310/Sawahlunto-Sijunjung, Lettu Magel Hendri, meresmikan penggunaan Jembatan Aramco Batang Siraho di Nagari Lubuk Karak, Kecamatan Sembilan Koto, Senin (15/6/2026)

Riswan Idris, Rafles