Delegasi Malaysia Meriahkan Harlah VIII Majelis Dzikir Manaqib Bolojiwo di Sleman
Sleman – Spektroom : Ribuan jemaah memadati Masjid Sulthoni Wotgaleh, Kapanewon Berbah, Kabupaten Sleman, Sabtu (18/7/2026), dalam puncak peringatan Harlah VIII Majelis Dzikir Manaqib Dulkadiran Bolojiwo.
Kegiatan yang berlangsung selama dua hari itu semakin istimewa dengan kehadiran 40 delegasi dari Malaysia yang mengikuti rangkaian kegiatan spiritual dan ziarah budaya.
Pengajian akbar tersebut dihadiri Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa, sejumlah tokoh agama, serta masyarakat dari berbagai daerah di Daerah Istimewa Yogyakarta maupun luar daerah.
Dalam acara ini hadir Sidi Syekh Ibrahim Al-Malik dari Majelis Rabithah Masyaikh Sufiah Nusantara, Dr. M. Yaser Arafat, M.A., dosen UIN Sunan Kalijaga, serta K.H. Nur Hadi dari Jombang, Jawa Timur, yang memberikan tausiyah kepada para jemaah.
Ketua Panitia Harlah, Panewu Ngabdul Hamid, S.H.I., mengatakan Harlah VIII tahun ini mengusung tema "Maneges Tumrap Ing Lian".
Selama dua hari pelaksanaan, rangkaian kegiatan diisi dengan Tahlil Hadiningrat, Manaqib Syekh Jumadil Kubro al-Jaelani, pengajian akbar, santunan anak yatim, serta penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat sekitar Masjid Sulthoni Wotgalehm
Menurutnya, sekitar 600 jemaah mengikuti kegiatan pada hari pertama, sementara puncak acara pada hari kedua dihadiri sekitar 1.000 jemaah.
K.H. Nur Hadi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kegiatan yang dinilai mampu menjaga warisan spiritual para leluhur.
"Kehadiran saya untuk menghormati para leluhur di sini. Kegiatan ini merupakan warisan baik yang harus terus dilestarikan. Ke depan, kita perlu lebih memahami apa yang telah ditanam oleh para leluhur agar kita mendapatkan doa dan berkahnya," ujarnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Sleman Danang Maharsa mengucapkan selamat atas Harlah VIII Majelis Dzikir Manaqib Bolojiwo sekaligus mengapresiasi kontribusi majelis dalam mempererat ukhuwah dan kepedulian sosial.
"Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Sleman mengucapkan selamat ulang tahun ke-VIII kepada Majelis Dzikir Manaqib Bolojiwo. dan terima kasih kepada Syekh Sidi Ibrahim Al-Malik beserta rombongan dari Malaysia atas kunjungan dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat sekitar Masjid Wotgaleh," kata Danang.
Sebagai penutup rangkaian acara, Danang Maharsa melakukan pemotongan tumpeng yang kemudian diserahkan kepada Sidi Syekh Ibrahim Al-Malik sebagai simbol persaudaraan dan silaturahmi antarbangsa.
Selain menjadi ajang penguatan nilai-nilai spiritual, kegiatan tersebut juga membawa dampak ekonomi bagi warga. Puluhan pelaku UMKM yang membuka lapak makanan dan minuman di sekitar lokasi mengaku dagangannya laris diserbu ribuan jemaah yang menghadiri pengajian akbar.
Dengan demikian, peringatan Harlah tidak hanya menjadi ruang dakwah dan pelestarian tradisi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.