Dewan Hakim MTQ Jatim Harus Tetap Konsisten Menjaga Integritas, Objektivitas, Dan Profesionalitas Penilaian

Rekapitulasi nilai yang dibacakan hari ini adalah bukti keterbukaan kita. Setiap angka harus benar-benar mencerminkan kemampuan peserta

Dewan Hakim MTQ Jatim Harus Tetap Konsisten Menjaga Integritas, Objektivitas, Dan Profesionalitas Penilaian
Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Pleno di Hotel Aston Jember, Jumat (19/9/2025) (foto : diskominfo jatim)

Spektroom – Dewan Hakim Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Pleno di Hotel Aston Jember, Jumat (19/9/2025) sore. Rapat ini dihadiri secara lengkap oleh seluruh anggota Dewan Hakim beserta jajaran pengawas, sebagai forum evaluasi sekaligus pembacaan rekapitulasi nilai dari seluruh cabang perlombaan yang telah berlangsung.

Rapat dipimpin oleh Ketua Dewan Hakim MTQ XXXI Jatim, KH. Ahmad Zahro, yang dalam arahannya menegaskan bahwa Dewan Hakim harus tetap konsisten menjaga integritas, objektivitas, dan profesionalitas. Menurutnya, rekapitulasi nilai bukan hanya administrasi teknis, tetapi juga wujud tanggung jawab moral para hakim kepada peserta, kafilah, dan masyarakat luas.

“Rekapitulasi nilai yang dibacakan hari ini adalah bukti keterbukaan kita. Setiap angka harus benar-benar mencerminkan kemampuan peserta, karena dari sinilah lahir para juara yang akan mewakili Jawa Timur di tingkat nasional,” ujar KH. Ahmad Zahro, dilansir dari Diskominfo Jawa Timur.

Dalam pleno tersebut, satu per satu majelis cabang menyampaikan hasil rekapitulasi nilai, mulai dari cabang Tilawah, Hifdzil Qur’an, Musabaqah Khath Al-Qur’an (MKQ), Musabaqah Karya Tulis Ilmiah Qur’an (KTIQ), hingga Musabaqah Fahmil dan Syarhil Qur’an. Pembacaan hasil dilakukan oleh koordinator majelis masing-masing dengan disaksikan seluruh anggota Dewan Hakim dan pengawas, sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas.

Para pengawas juga memberikan catatan dan masukan terkait proses penilaian, terutama dalam hal sinkronisasi skor, ketelitian input data, hingga mekanisme pengamanan dokumen hasil penilaian. Hal ini penting agar tidak terjadi selisih data antara majelis dan panitia pelaksana.

KH. Ahmad Zahro menambahkan, kesungguhan seluruh hakim yang rela bekerja hingga larut malam patut diapresiasi, mengingat volume peserta yang sangat banyak dan keragaman cabang lomba yang membutuhkan konsentrasi tinggi.

“Saya mengucapkan terima kasih atas dedikasi seluruh Dewan Hakim. Dengan rekapitulasi yang jelas dan terbuka, kita berharap MTQ XXXI Jatim di Jember menjadi teladan dalam penyelenggaraan yang berkualitas dan berintegritas,” pungkasnya.

Dengan terlaksananya rapat pleno ini, Dewan Hakim memastikan bahwa seluruh proses penilaian berjalan tertib, transparan, serta menghasilkan peserta terbaik di setiap cabang. Hasil akhir rekapitulasi akan menjadi dasar penentuan finalis dan juara pada penutupan MTQ XXXI Jatim yang digelar malam harinya di Kabupaten Jember.

Sumber : Diskominfo Jawa Timur

Berita terkait

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat penanganan stunting dengan menitikberatkan pada penggunaan data yang valid, evaluasi berkala, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan penurunan angka stunting secara nyata. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis dan

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Bantul–Spektroom : Pengembangan pariwisata berbasis komunitas terus didorong Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya melalui Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 yang tidak hanya menilai daya tarik destinasi, tetapi juga tata kelola, dampak ekonomi, sosial budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam ajang tersebut, Kabupaten Sleman meraih dua penghargaan.

Fatmawaty, Bian Pamungkas
ссс