Diabetes Melitus dapat Terjadi pada Berbagai Kelompok Usia, Termasuk Anak-anak

Diabetes Melitus dapat Terjadi pada Berbagai Kelompok Usia, Termasuk Anak-anak
Sosialisasi kesehatan pada masyarakat di Lumajang. (Foto : Dok. Dinkes P2KB Lumajang)

Lumajang-Spektroom : Diabetes mellitus bukan hanya persoalan kelompok usia lanjut. Diabetes melitus tidak harus menunggu munculnya keluhan kesehatan, karena siapapun dapat terserang penyakit gula ini. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes P2KB Kabupaten Lumajang, dr. Marshall, mengatakan penyakit tersebut dapat terjadi pada berbagai kelompok usia sehingga pencegahan perlu dibangun sejak dini.

“Diabetes melitus dapat terjadi pada semua kelompok usia, termasuk anak-anak. Pada 2026, setidaknya ditemukan dua kasus diabetes melitus pada anak yang tercatat dalam pelayanan kesehatan di Puskesmas,” ujarnya, Rabu (19/8/2026).

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa sebagian risiko diabetes, terutama diabetes tipe 2, berkaitan dengan pola hidup. Kebiasaan kurang bergerak, berat badan berlebih, serta pola makan yang kurang sehat dapat meningkatkan risiko.

Karena itu, langkah pencegahan dapat dimulai dari kebiasaan sederhana di lingkungan keluarga, seperti lebih aktif bergerak, menjaga berat badan tetap sehat, serta mengatur pola makan dengan gizi seimbang.

“Pada diabetes tipe 2, masalahnya bukan hanya karena insulin berkurang, tetapi juga karena tubuh mengalami resistensi insulin. Kondisi ini menyebabkan insulin tidak dapat bekerja secara optimal sehingga kadar gula dalam darah meningkat,” jelasnya.

Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dinkes P2KB) Kabupaten Lumajang mencatat 23.971 warga terdata menderita diabetes melitus sepanjang 2025. Sebagian besar berada pada kelompok usia dewasa, terutama di atas 40 tahun.

Dr. Marshall mengingatkan masyarakat untuk lebih memperhatikan konsumsi makanan dan minuman tinggi gula maupun kalori. Kebiasaan kurang bergerak juga perlu dikurangi dengan membiasakan aktivitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.

Selain pola hidup, deteksi dini menjadi langkah penting. Pemeriksaan kesehatan dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi gula darah dan faktor risiko lebih awal, terutama bagi mereka yang memiliki faktor risiko.

Kementerian Kesehatan juga menempatkan pemeriksaan rutin dan perubahan perilaku sebagai bagian penting dalam pencegahan diabetes. Aktivitas fisik secara teratur, misalnya, dapat membantu menurunkan gula darah dan meningkatkan sensitivitas insulin.

“Yang paling penting adalah melakukan deteksi dini, menjaga pola makan, aktif bergerak, mempertahankan berat badan yang sehat, tidak merokok, serta mengikuti pengobatan dan pemeriksaan secara teratur bagi yang sudah didiagnosis diabetes melitus,” katanya.

Bagi masyarakat yang sudah didiagnosis diabetes, pengelolaan penyakit juga perlu dilakukan secara konsisten. Pemeriksaan dan kontrol rutin membantu tenaga kesehatan memantau kondisi pasien sekaligus menentukan tindak lanjut yang diperlukan.

Kementerian Kesehatan dalam pedoman pelayanan terbaru juga menekankan edukasi pola makan seimbang, aktivitas fisik, istirahat cukup, manajemen stres, serta kepatuhan terhadap pengobatan dan kontrol bagi pasien diabetes.

Dr. Marshall menambahkan, pengendalian yang baik penting untuk menekan risiko komplikasi diabetes yang dapat memengaruhi berbagai organ tubuh.

“Dengan pengendalian yang baik, risiko komplikasi dapat ditekan dan penderita tetap dapat hidup sehat dan produktif,” pungkasnya.
(Sumber: Diskominfo Kab. Lumajang)

Berita terkait

Peringati HUT ke-451 Kota Ambon, Gubernur Maluku Ajak Warga Wujudkan Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju

Peringati HUT ke-451 Kota Ambon, Gubernur Maluku Ajak Warga Wujudkan Ambon Bersih, Maluku Sehat, Indonesia Maju

Ambon-Spektroom: Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-451 Kota Ambon menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menjaga kebersihan, kesehatan, kedamaian, dan keberlanjutan kota. Pesan tersebut disampaikan Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa saat upacara peringatan HUT ke-451 Kota Ambon di Lapangan Merdeka Ambon, Senin (7/9/2026). Mengusung tema “Ambon Bersih, Maluku

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Menteri PANRB Dorong Transformasi Pelayanan Publik, Dari MPP hingga Zona Integritas

Menteri PANRB Dorong Transformasi Pelayanan Publik, Dari MPP hingga Zona Integritas

Jakarta–Spektroom : Transformasi pelayanan publik terus didorong pemerintah untuk menghadirkan layanan yang semakin mudah, cepat, berkualitas, dan berintegritas bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai instrumen, mulai dari penguatan pelayanan terintegrasi melalui Mal Pelayanan Publik (MPP), pengembangan inovasi, digitalisasi dan pelayanan omnikanal, hingga pembangunan Zona Integritas (ZI). Menteri Pendayagunaan Aparatur

Eva Moenandar, Rafles
Hampir 8 Ribu Iklan Loker Luar Negeri Bodong Diblokir Kemkomdigi dan BP2MI dalam 8 Bulan

Hampir 8 Ribu Iklan Loker Luar Negeri Bodong Diblokir Kemkomdigi dan BP2MI dalam 8 Bulan

Jakarta-Spektroom : Kementerian Komunikasi dan Digital bersama Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia/Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) memblokir 7.908 iklan lowongan kerja luar negeri fiktif selama periode Januari hingga Agustus 2026. Ribuan konten penipuan tersebut diturunkan melalui patroli siber gabungan. Langkah ini dilakukan untuk melindungi masyarakat, khususnya pencari kerja

Rafles