Digitalisasi Menjadi Kendala Jamaah Haji Lansia, Termasuk Debarkasi Solo
Solo - Spektroom : Berbagai kendala dialami Jamaah Haji termasuk dari Kota Solo selama berada di tanah suci khususnya jamaah lansia yang dituntut mampu beradaptasi dengan kemajuan tehnologi.
Pernyataan disampaikan salah seorang Jamaah Haji kloter 19 asal Kaliwungu Kendal Nadiyah Jehan saat ditemui di Asrama Haji Donohudan Boyolali ( rabu 10/06/2026 ) yang mengaku berbagai kendala dapat diatasi dengan kesiapan petugas yang mendampingi para lansia.
Menurut Jehan sistem digitalisasi menjadi tantangan terbesar jamaah lansia sebab kebijakan mewajibkan penggunaan aplikasi nusuk untuk mengakses fasilitas ibadah tertentu, apalagi bagi yang tidak memiliki hp
"Haji mulai tahun ini harus pakai aplikasi Nusuk. Kalau bagi milenial yang melek digital tentu senang karena bisa war ticket, tapi bagi lansia tentu ada keterbatasan apalagi kalau mereka tidak memiliki HP," ujar Nadiyah saat ditemui di Asrama Haji Donohudan.
Hambatan tidak hanya terhambat minimnya literasi teknologi, jemaah lanjut usia juga kerap menghadapi kendala komunikasi saat terpisah dari rombongan asalnya.
Banyak di antara jemaah lansia dari berbagai daerah di Indonesia yang hanya fasih menggunakan bahasa ibu masing-masing daerah tanpa dibekali kemampuan bahasa asing dasar.
"Ketika ketemu orang tua yang tersesat dan tidak ada temannya, arah jalan pulang pun mereka tidak tahu. Yang unik sekaligus menjadi kendala adalah mereka hanya menguasai bahasa daerahnya sehingga kesulitan saat harus berkomunikasi," katanya.
Meskipun terdapat kendala teknologi dan komunikasi, Nadiyah menegaskan para jemaah merasa sangat puas dengan dedikasi para petugas haji Indonesia di lapangan.
Ketika jemaah lansia mengalami kendala arah maupun navigasi saat terpisah dari rombongan, petugas dinilai sangat responsif, sigap, dan kooperatif dalam memberikan pertolongan.
Catatan evaluasi mengenai penguatan literasi digital dan penguasaan bahasa dasar ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelayanan pada musim haji mendatang.
Sementara Debarkasi Adisumarmo Solo hingga Rabu 10 Juni 2026 pagi telah menerima 19 kloter dengan total 6.798 jamaah haji (Dan)