Trending

Diperlukan Pelatihan Khusus Hukum Lingkungan Kepada Penyidik Kasus Perusakan Hutan Agar Penanganan Lebih Efektif

Reporter: M. Yahya Patta

Diperlukan Pelatihan Khusus Hukum Lingkungan Kepada Penyidik Kasus Perusakan Hutan Agar Penanganan Lebih Efektif
Foto saat Promovenda Awaluddin mempresentasikan disertasi di depan Tim Penguji

Spektroom - Indonesia adalah negara yang memiliki hutan sebagai bagian dari sumber daya alam yang penting bagi kelangsungan kehidupan umat manusia dan pembangunan nasional guna mewujudkan cita-cita Bangsa Indonesia, sebagaimana tertuang dalam pembukaan Undang-undang Dasar Negara RI Tahun 1945.

Kondisi hutan di tanah air digunakan sebagai salah satu tolok ukur penentu keberhasilan Pemerintah Indonesia dalam pengelolaan hutan. Pemanfaatan hutan yang pengelolaannya dilakukan secara serampangan atau keliru, berdampak secara signifikan pada kerusakan lingkungan.

Pada kenyataannya berdasarkan data yang ditemukan, penggunaan kawasan hutan tanpa izin masih terjadi di Sulawesi Selatan. Di Kabupaten Luwu Timur pada tahun 2023, Penyidik Gakkum di Sulawesi Selatan menuntaskan kasus penggunaan kawasan hutan tanpa izin di Desa Mantadulu Kecamatan Angkona Luwu Timur.

Hal ini diungkapkan Awaluddin di dalam Disertasinya tentang Hakikat Penyidikan Lanjutan yang Dilakukan oleh Penuntut Umum Dalam Perkara Tindak Pidana Perusakan Hutan di Wilayah Hukum Provinsi Sulawesi Selatan, saat mengikuti gelar uji kompetensi untuk meraih gelar Doktor Ilmu Hukum Konsentrasi Hukum Pidana pada Program Pasca Sarjana PPS UMI Makassar, Kamis 11 September 2025, yang dipimpin Prof. Dr. H. Mursalim La Ekkeng S.E., M.Si., Asean CPA, Direktur PPS UMI Makassar.

Awaluddin foto bersama dengan penguji setelah dinyatakan berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Hukum

Di depan Tim Penyanggah dari internal UMI dan external dari Unhas Makassar, Promovenda Awaluddin yang saat ini sebagai Kasi D pada Asisten Tindak Pidana Umum Kejati Sulsel, mengungkapkan dalam kasus ini, tersangka AM 46 tahun diduga membuka lahan kisaran 10 HA di dalam hutan produksi terbatas untuk dijadikan kebun sawit illegal, karena tanpa izin dari pejabat berwenang mengenai pemanfaatan hutan yang baik dan benar.

Diakui Awaluddin, pengrusakan hutan yang disengaja yang ditujukan untuk mencari keuntungan pribadi berkembang secara masif dan menjadi bagian tindak pidana. Awaluddin menambahkan untuk efektifnya penegakan hukum, perlu koordinasi antara penyidik dan penuntut umum sehingga tidak terjadi perbedaan persepsi dalam penanganan perkara perusakan hutan. Hal penting lainnya yang perlu mendapat perhatian yaitu peningkatan profesionalisme dan kompetensi penegak hukum seperti pelatihan khusus penyidik dan penuntut umum terkait aspek hukum lingkungan dan teknik investigasi kejahatan kehutanan.

Berita terkait

2 | 5     LAMPBerdasarkan analisis angin gradien 3000 feet tanggal 01 November 2026 Jam 19.00 WIB, angin dominan dari arah Tenggara-Selatan dengan kecepatan angin di wilayah Jawa

BMKG Juanda Peringatkan Cuaca Ekstrem di 21 Wilayah Jawa Timur hingga 9 November

Sidoarjo-Spektroom : Masyarakat di sejumlah wilayah Jawa Timur diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang diprakirakan berlangsung pada 2 hingga 9 November 2026. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi memicu bencana hidrometeorologi, mulai dari banjir, banjir bandang, tanah longsor hingga angin kencang. Peringatan tersebut disampaikan Stasiun Meteorologi Kelas

Bian Pamungkas
Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan  Berkarakter Daerah

Arsitektur Tidak Hanya Merancang Bangunan, Namun Membentuk Kawasan Dan Lingkungan Berkarakter Daerah

Bandarlampung - Spektroom: Rektor Institut Teknologi Sumatera (Itera) Prof. Dr. apt. Elfahmi, S.Si., M.Si., mendukung penguatan peran arsitek dalam membangun Lampung yang maju dengan tetap mempertahankan identitas dan kearifan lokal. Arsitektur dinilai tidak hanya berperan dalam merancang bangunan, tetapi juga membentuk kawasan dan lingkungan yang mencerminkan karakter daerah. Hal

Anggoro AP