DKPKP DKI Genjot Ekonomi Pesisir Kepulauan Seribu Lewat Budidaya Ikan
Jakarta – Spektroom: Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (DKPKP) Provinsi DKI Jakarta terus mendorong peningkatan ekonomi masyarakat pesisir Kepulauan Seribu melalui pengembangan usaha budidaya perikanan.
Upaya tersebut dilakukan dengan menyalurkan benih ikan berkualitas sekaligus memperkuat pendampingan dan pemantauan kepada kelompok pembudidaya. DKPKP DKI Jakarta memastikan bantuan tidak berhenti pada penyaluran, tetapi dikembangkan menjadi usaha produktif yang mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta Hasudungan Sidabolak mengatakan, petugas melalui Pusat Budidaya dan Konservasi Laut (PBKL) secara rutin melakukan pemantauan terhadap perkembangan ikan yang telah disalurkan kepada masyarakat.
“Petugas tidak hanya datang untuk menyerahkan bantuan. Mereka juga kembali melihat perkembangan ikan yang telah diterima, berdialog dengan pembudidaya, serta mendengarkan berbagai tantangan yang muncul selama proses budidaya,” kata Hasudungan kepada Spektroom, Senin (24/8/2026).
Menurut Hasudungan, pendampingan tersebut menjadi penting karena keberhasilan program tidak hanya diukur dari jumlah benih yang disalurkan, tetapi dari kemampuan masyarakat mengembangkan benih tersebut hingga menghasilkan panen dan pendapatan.
DKPKP DKI Jakarta juga memperhatikan sejumlah faktor yang menentukan keberhasilan budidaya, mulai dari kesiapan sarana, ketersediaan pakan, perkembangan ikan hingga kondisi lingkungan perairan.
Di Pulau Tidung Besar, misalnya, DKPKP DKI Jakarta pada Juni 2026 menyalurkan 1.000 ekor benih kakap kepada Pokdakan Tidung Mandiri dan 1.000 ekor kepada Pokdakan Mina Taruna Muda.
Selain itu, sebanyak 5.000 ekor benih bawal diberikan kepada Unit Pembenihan Rakyat Tidung Mandiri.
“Ribuan benih tersebut kemudian menjadi bagian dari perjalanan baru usaha budidaya masyarakat setempat,” ujarnya.
Hasudungan menegaskan, pengembangan budidaya perikanan menjadi salah satu cara memperkuat ekonomi masyarakat Kepulauan Seribu. Dengan budidaya, masyarakat tidak hanya mengandalkan hasil tangkapan, tetapi memiliki alternatif sumber pendapatan yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan.
Keberadaan PBKL di Pulau Tidung turut diperkuat untuk mendukung pengembangan tersebut. Selain mendorong ketersediaan benih berkualitas, pusat budidaya dan konservasi laut itu diharapkan menjadi bagian dari ekosistem pengembangan usaha perikanan masyarakat.
DKPKP DKI Jakarta juga menempatkan masyarakat sebagai aktor utama dalam pengembangan ekonomi pesisir. Pemerintah memberikan dukungan berupa benih, pembinaan, pemantauan, serta penguatan fasilitas, sedangkan kelompok pembudidaya mengelola bantuan menjadi usaha yang menghasilkan nilai ekonomi.
“Pemantauan pascapenyaluran menjadi bagian penting untuk mengetahui kebutuhan nyata pembudidaya sekaligus menyiapkan langkah tindak lanjut yang sesuai kondisi di lapangan,” kata Hasudungan.
Melalui pola tersebut, DKPKP DKI Jakarta berupaya membangun rantai usaha budidaya perikanan yang lebih kuat di Kepulauan Seribu.
Harapannya, benih yang disalurkan tidak hanya tumbuh menjadi ikan siap panen, tetapi juga berkembang menjadi sumber pendapatan baru, memperkuat usaha masyarakat pesisir, dan meningkatkan kesejahteraan keluarga pembudidaya.
Dengan demikian, pengembangan budidaya ikan menjadi salah satu strategi DKPKP DKI Jakarta dalam mengoptimalkan potensi laut sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat pesisir Kepulauan Seribu secara berkelanjutan.