Dorong Percepatan CEPA, Indonesia Minta Kasus Penembakan Diplomat di Peru Dituntaskan
Jakarta - Spektroom : Hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan Peru kini berada dalam momentum terbaiknya. Posisi geografis Peru yang strategis dinilai bukan lagi sebagai negara yang jauh, melainkan pintu masuk utama bagi produk dan investasi Indonesia untuk menembus pasar Amerika Selatan.
Hal tersebut ditegaskan oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir yang akrab disapa Wamenlu Tata saat hadir di Peru sebagai Utusan Khusus Pemerintah RI dalam acara pelantikan Presiden Terpilih Peru.
Wamenlu Tata menyampaikan secara langsung surat Presiden Prabowo Subianto kepada Presiden Keiko Fujimori yang berisi ucapan selamat atas pelantikannya, serta komitmen Indonesia untuk memperkuat kerja sama bilateral yang saling menguntungkan.
Dalam pidato kenegaraan pada saat pelantikannya, Presiden Peru menyampaikan inisiatif Programa Nacional de Asistencia Alimentaria atau PRONAA sebagai program bantuan sosial yang dirancang untuk menyalurkan bantuan makanan bagi pelajar.

Program ini serupa dengan program Makan Bergizi Gratis yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Selain itu, sejumlah program prioritas pembangunan Peru seperti penciptaan lapangan kerja dan pembangunan infrastruktur juga sejalan dengan agenda pembangunan nasional Indonesia
Wamenlu Tata menyatakan, jaringan dagang Peru yang terus berkembang di kawasan Pasifik akan mempermudah penetrasi produk lokal. Sebaliknya, Indonesia sebagai raksasa ekonomi Asia Tenggara juga siap membuka gerbang bagi Peru untuk mengakses pasar ASEAN yang dihuni oleh 700 juta penduduk. Kemitraan strategis ini dinilai sebagai hubungan yang saling menguntungkan (win-win solution).
Lonjakan Dagang dan Target IP-CEPA Sinergi kedua negara dibuktikan dengan performa ekonomi yang meningkat tajam. Berikut adalah beberapa catatan penting penguatan ekonomi Indonesia-Peru:
Pertumbuhan Stabil : Perdagangan bilateral tumbuh konsisten di kisaran rata-rata 5,5 persen per tahun selama lima tahun terakhir.
Lonjakan Drastis : Angka perdagangan kedua negara melesat hingga 18 persen pada tahun 2025.
Akselerasi Regulasi: Kedua pihak berkomitmen mempercepat ratifikasi Bab Perdagangan dalam Indonesia-Peru Comprehensive Economic Partnership Agreement
Ekspansi Sektor:
Negosiasi akan berlanjut ke Bab Jasa dan Investasi, serta diperluas ke bidang pertanian, kelautan, perikanan, kebudayaan, hingga pembangunan internasional.
Sikap Tegas Indonesia atas Insiden Penembakan Staf KBRI
Di sela-sela agenda penguatan ekonomi tersebut, Pemerintah Indonesia tetap menunjukkan sikap tegas terkait pelindungan warga negaranya di luar negeri.
Wamenlu Tata secara langsung mendesak Pemerintah Peru untuk menuntaskan proses hukum kasus penembakan Penata Kanselerai Muda KBRI Lima yang terjadi pada September 2025 lalu. Indonesia meminta agar pengusutan dilakukan secara cepat, transparan, dan menyeluruh.

Merespons hal tersebut, Pemerintah Peru menyambut baik pesan Jakarta dan berkomitmen penuh untuk mengusut tuntas kasus tersebut, sekaligus berjanji meningkatkan pengamanan bagi seluruh staf perwakilan RI di Peru.
Selain sepakat untuk saling mendukung di forum multilateral seperti PBB, kedua negara juga telah menjadwalkan agenda konkret berikutnya. Indonesia resmi ditunjuk menjadi tuan rumah untuk Forum Konsultasi Bilateral ke-7 yang akan digelar pada tahun 2027 mendatang.