Dr. Diana Dewi, S.E.: Dari Garasi Rumah Menuju Puncak Dunia Usaha
Jakarta-Spektroom: Krisis ekonomi 1998 menjadi titik balik kehidupan banyak orang. Bagi sebagian, masa itu adalah awal keterpurukan.
Namun bagi Dr. Diana Dewi, S.E., krisis justru menjadi momentum untuk mengubah nasib.
Keputusan meninggalkan pekerjaan tetap pada April 1998 bukanlah langkah yang mudah.
Sebagai seorang ibu, ia memikul tanggung jawab besar membesarkan keluarga sekaligus merawat ibunya yang sedang sakit.
Tidak ada modal besar, tidak pula kantor megah. Garasi rumah menjadi tempat pertama Dr. Diana Dewi, S.E. merintis usaha dengan menjual daging sapi beku dan daging ayam.
Usaha kecil itu tumbuh di tengah situasi ekonomi yang tidak menentu. Saat banyak pelaku usaha gulung tikar, Dr. Diana Dewi, S.E. melihat peluang.
Ia membangun jaringan pasokan daging hingga mampu memasok kebutuhan dalam skala besar ke ritel modern.
Ketekunan, disiplin, dan keberanian mengambil risiko menjadi fondasi yang mengantarkannya memasuki dunia bisnis nasional.
Perjalanan panjang itu kemudian melahirkan PT Suri Nusantara Jaya beserta unit usaha di bidang cold storage dan logistik.
Bisnisnya berkembang ke sektor pangan, kuliner, impor bahan pangan, pangan olahan, properti, hingga distribusi logistik.
Dari usaha rumahan, ia menjelma menjadi salah satu pengusaha perempuan yang diperhitungkan di Jakarta.
Kesuksesan bisnis tidak membuatnya berhenti berkarya. Dr. Diana Dewi, S.E. aktif dalam berbagai organisasi dunia usaha.
Ia pernah mengemban amanah sebagai Bendahara Sertifikasi Kadin Indonesia, Bendahara HIPMI DKI Jakarta, Bendahara Masyarakat Agro, Ketua Umum DPP Asosiasi Industri Pengolahan Daging Skala UKM dan Rumah Tangga, serta Dewan Penasehat Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI).
Puncaknya, kepercayaan pelaku usaha mengantarkannya memimpin Kadin DKI Jakarta selama dua periode berturut-turut, yakni 2019–2024 dan 2024–2029.
Amanah itu bukan tanpa tantangan. Pada awal kepemimpinannya, pandemi COVID-19 melumpuhkan aktivitas ekonomi dan memukul ribuan pelaku usaha.
Di tengah tekanan tersebut, Dr. Diana Dewi, S.E. memilih memperkuat peran organisasi sebagai mitra pemerintah sekaligus rumah bagi para pengusaha.
Pendampingan UMKM, akses pembiayaan, digitalisasi usaha, hingga perluasan pasar menjadi program yang terus didorong agar pelaku usaha mampu bertahan.
Komitmen itu kembali ditegaskan dalam Rapimprov II Kadin DKI Jakarta Tahun 2026 bertema "Pengusaha Lokal Sebagai Pilar Strategis Penggerak Ekonomi DKI Jakarta."
Baginya, masa depan Jakarta sebagai kota global harus dibangun oleh pengusaha lokal yang tangguh, inovatif, dan memiliki daya saing.
Di bawah kepemimpinannya, Kadin DKI tidak hanya berbicara mengenai investasi besar, tetapi juga memberi ruang bagi UMKM agar naik kelas melalui pelatihan, sertifikasi, akses pasar, hingga kolaborasi dengan pemerintah dan dunia perbankan.
Di sektor pangan yang menjadi bidang usahanya, Dr. Diana Dewi, S.E. mendorong penguatan rantai pasok serta stabilitas harga sebagai bagian dari ketahanan ekonomi Jakarta.
Perjalanan Dr. Diana Dewi, S.E. adalah kisah tentang keberanian memulai dari titik nol. Dari garasi rumah yang sederhana hingga ruang-ruang strategis dunia usaha nasional, ia membuktikan bahwa kesuksesan dibangun oleh kerja keras, ketekunan, dan kemampuan melihat peluang di tengah kesulitan.
Bagi banyak pelaku UMKM, kisahnya menjadi pesan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti bermimpi. Justru dari keterbatasan itulah lahir semangat untuk terus berjuang, berinovasi, dan menciptakan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Kini, sebagai Ketua Umum Kadin DKI Jakarta, Dr. Diana Dewi, S.E. terus mengusung visi menjadikan pengusaha lokal sebagai pilar utama penggerak ekonomi Jakarta menuju kota global yang inklusif dan berdaya saing.
Jika gelar akademiknya juga mencakup gelar lain (misalnya M.M., M.Si., atau gelar doktor lengkap), saya dapat menyesuaikannya sesuai data resmi. (Buang Supeno)