Kadin DKI Perluas Jalan UMKM ke Jepang, Business Matching di Tokyo Dibidik Dongkrak Ekspor
Bogor -Spektroom : Kesempatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia menembus pasar internasional kembali terbuka. Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta akan memberangkatkan delegasi pengusaha ke Tokyo, Jepang, pada 20 Juli 2026 untuk mengikuti program business matching dan pameran yang mempertemukan perusahaan Indonesia dengan calon mitra bisnis dari Jepang.
Ketua Kadin DKI Jakarta, Dr. Diana Dewi, SE, menegaskan bahwa program tersebut merupakan bagian dari komitmen Kadin dalam mendorong UMKM naik kelas dan mampu bersaing di pasar global.
"Kami ingin UMKM Indonesia tidak hanya kuat di dalam negeri, tetapi juga memiliki keberanian dan kemampuan masuk ke pasar internasional. Jepang merupakan salah satu pasar yang sangat potensial karena memiliki standar kualitas tinggi," ujar Diana Dewi saat menjadi narasumber dalam Workshop Penyusunan Standar Operasional Media Spektroom.co.id di Villa Reinanto, Ciawi, Kabupaten Bogor, Kamis (9/7/2026).
Di hadapan peserta workshop, Diana menjelaskan bahwa program ini telah memasuki tahun kedua. Evaluasi positif dari penyelenggaraan sebelumnya membuat perusahaan-perusahaan yang tergabung dalam Tokyo SME semakin antusias menjalin kerja sama dengan anggota Kadin DKI Jakarta.
"Alhamdulillah, tahun kedua ini respons dari Tokyo sangat baik. Bahkan jumlah perusahaan yang ingin melakukan business matching terus bertambah. Mereka melihat potensi besar dari pelaku usaha Indonesia," katanya.
Ia mengungkapkan, kegiatan business matching akan berlangsung selama satu hari dengan format round table meeting, sehingga setiap peserta memperoleh kesempatan bertemu secara langsung dan bergantian dengan calon mitra usaha yang sesuai dengan bidang bisnisnya.
Menurut Diana, keberhasilan program tersebut tidak lepas dari proses kurasi yang dilakukan secara ketat. Pihak Tokyo terlebih dahulu menentukan sektor usaha yang dibutuhkan, kemudian Kadin DKI Jakarta mengajukan perusahaan-perusahaan yang dinilai memenuhi kriteria. Selanjutnya, perusahaan Jepang melakukan seleksi secara langsung terhadap calon mitra bisnis.
"Jadi bukan kami yang menentukan. Kami hanya mengajukan perusahaan-perusahaan terbaik. Setelah itu, pihak Jepang sendiri yang melakukan kurasi sesuai kebutuhan mereka. Dengan cara ini, peluang terjadinya kerja sama bisnis menjadi jauh lebih besar," ujarnya.
Pada penyelenggaraan tahun ini, lima perusahaan memperoleh fasilitas penuh untuk mengikuti program tersebut, yakni PT Silva Carter Indonesia, PT Karya Kreasi Group, PT Loserindo Megah Permai, PT Arjuna Sarana Kreasi, dan PT Data Sistem Global Teknologi. Selain itu, sebanyak 20 pengusaha lainnya mengikuti kegiatan dengan biaya mandiri.
"Tahun ini sebenarnya peminat sangat banyak. Namun, karena kapasitas terbatas, kami harus membatasi jumlah peserta agar proses business matching dapat berjalan lebih efektif," kata Diana.
Ia menambahkan, program tersebut tidak berhenti pada pertemuan bisnis semata, tetapi diharapkan menjadi pintu masuk bagi peningkatan ekspor, investasi, serta penguatan daya saing UMKM Indonesia di pasar global.
"Kami ingin setelah pulang dari Jepang ada kontrak dagang, ada investasi, ada kerja sama yang nyata. Itulah tujuan utama business matching ini, membuka peluang usaha yang berkelanjutan bagi pelaku UMKM Indonesia," tutur Diana.
Melalui program ini, Kadin DKI Jakarta berharap semakin banyak produk unggulan nasional mampu menembus pasar Jepang dan memperluas jaringan perdagangan internasional. Keberhasilan memasuki pasar Jepang dinilai menjadi modal penting bagi UMKM Indonesia untuk meningkatkan reputasi dan daya saing di pasar global.