Trending

Drainase Ditutup PKL, Pemkot Palangka Raya Turun Tangan Tertibkan Pasar Besar

Drainase Ditutup PKL, Pemkot Palangka Raya Turun Tangan Tertibkan Pasar Besar
Penataan persimpangan Jalan Bangka - Jalan Jawa oleh Tim gabungan. (Foto : dok MC PRaya)

Spektroom – Pemerintah Kota Palangka Raya mulai bersih-bersih kawasan Pasar Besar. Bangunan pedagang kaki lima (PKL) yang menutup saluran drainase ditata ulang agar fungsi aliran air kembali normal dan kawasan pasar terbebas dari genangan.

Penataan dilakukan Selasa (20/01/2026) di sejumlah titik rawan, terutama di persimpangan Jalan Bangka - Jalan Jawa. Tim gabungan diterjunkan, melibatkan Satpol PP, Dinas PUPR, DLH, Disperkimtan, Dishub, Perumdam Palangka Raya, hingga Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan.

Kepala Satpol PP Kota Palangka Raya, Berlianto, menegaskan langkah ini bukan sekadar penertiban, melainkan bentuk tanggung jawab pemerintah dalam menjaga fasilitas umum agar bisa dinikmati semua warga.

“Ini respons atas aspirasi masyarakat, khususnya warga yang taat membayar pajak. Mereka berhak atas sarana dan prasarana yang layak,” tegasnya.

Menurut Berlianto, keberadaan PKL yang menutup drainase telah membuat saluran air tidak berfungsi optimal. Dampaknya nyata: genangan air, lingkungan kumuh, dan aktivitas pasar terganggu.

Ia berharap penataan ini membangun kesadaran bersama bahwa kawasan pasar bukan ruang privat, melainkan milik publik yang harus dijaga bersama.

“Yang ada di pasar itu bukan milik satu pihak. Ini milik bersama. Kalau ditata dengan tertib, semua bisa memanfaatkannya dengan baik,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, petugas juga menemukan tumpukan sampah di sekitar area pasar. Berlianto menyebut pihaknya sudah berulang kali melakukan imbauan dan pembinaan kepada pedagang agar menjaga kebersihan dan tidak menutup saluran air.

“Sesuai aturan, PKL di bahu jalan memang bisa ditertibkan. Tapi kami kedepankan pendekatan persuasif. Pedagang tetap bisa berjualan, waktunya diatur, dan fungsi drainase harus kembali normal,” jelasnya.

Penataan PKL tidak berhenti di Pasar Besar. Pemerintah Kota Palangka Raya juga akan melakukan langkah serupa di Pasar Kahayan dan Pasar Datah Manuah sebagai bagian dari upaya menata kawasan perdagangan secara berkelanjutan.

Langkah ini diharapkan menghadirkan pasar yang lebih bersih, tertib, dan nyaman bukan hanya bagi pedagang, tetapi juga bagi masyarakat luas yang beraktivitas dan menggantungkan kebutuhan sehari-hari di pusat-pusat ekonomi kota.(Polin-Usep/ndik)

Berita terkait

Pembangunan Sanitasi Permanen Pascabencana Tapanuli dan Sibolga Dipercepat

Pembangunan Sanitasi Permanen Pascabencana Tapanuli dan Sibolga Dipercepat

Medan —Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Penataan Bangunan, Prasarana dan Kawasan (BPBPK) Sumatera Utara terus mempercepat penanganan permanen infrastruktur sanitasi pascabencana di sejumlah wilayah Provinsi Sumatera Utara. Upaya ini dilakukan untuk memulihkan layanan sanitasi dan meningkatkan kualitas lingkungan di wilayah terdampak bencana. Penanganan permanen infrastruktur sanitasi mencakup di

Nurana Diah Dhayanti
Cegah Bullying dan Kenakalan Remaja, Kapolresta Banyumas Sambangi SMAN 2 Purwokerto

Cegah Bullying dan Kenakalan Remaja, Kapolresta Banyumas Sambangi SMAN 2 Purwokerto

Banyumas-Spektroom : Upaya mencegah kenakalan remaja tidak cukup hanya melalui penegakan hukum. Pembinaan karakter dan kesadaran untuk menaati aturan sejak bangku sekolah juga menjadi bagian penting dalam membentuk generasi muda yang bertanggung jawab. Pesan tersebut disampaikan Kapolresta Banyumas Kombes Pol. Dhovan Oktavianton saat menyambangi SMAN 2 Purwokerto melalui program Polisi

Bian Pamungkas