Duta Muda BPJS Kesehatan Jaksel Liliana Nur Gandi, Bawa Pesan JKN ke Generasi Muda

Duta Muda BPJS Kesehatan Jaksel Liliana Nur Gandi,  Bawa Pesan JKN ke Generasi Muda
Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Selatan, Fitria Nurlaila Pulukadang (tiga dari kiri), memberi penjelasan pada acara Ngopi JKN bersama media. (Foto:IIS/Spektroom).

Jakarta-Spektroom : Bagi Liliana Nur Gandi, menjadi Duta Muda BPJS Kesehatan bukan sekadar menyandang gelar. Di balik selempang dan penghargaan, ada tanggung jawab untuk membuat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) lebih dekat dengan generasi sebaya.

Siswi SMAN 37 Jakarta itu hadir dalam kegiatan Ngobrol Program Terkini Jaminan Kesehatan Nasional (NGOPI JKN) bersama media, yang digelar BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Selatan di Bumi Aki Heritage, Kemang, Jumat (25/9/2026).

Kepala BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Selatan, Fitria Nurlaila Pulukadang, mengatakan, Liliana merupakan Juara 1 Duta Muda BPJS Kesehatan 2026 tingkat Kantor Cabang Jakarta Selatan. Prestasinya berlanjut dengan meraih Runner Up Duta Muda BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah IV 2026.

"Capaian tersebut bukan sekadar prestasi personal. Liliana, diharapkan mampu menjadi role model sekaligus agen edukasi JKN di sekolah, komunitas, dan media sosial," katanya.

Menurutnya, Duta Muda tidak hanya menjadi representasi BPJS Kesehatan, tetapi juga diharapkan dapat menjadi agen edukasi yang mampu menyampaikan informasi JKN dengan cara yang dekat dan mudah dipahami generasi muda.

"Kedekatan itu menjadi modal penting untuk menyampaikan informasi kesehatan tanpa bahasa yang kaku dan berjarak," ucapnya.

Ia menegaskan, peran tersebut tidak berhenti pada penyampaian informasi. Duta Muda diharapkan menumbuhkan kepedulian terhadap kesehatan sekaligus pemahaman mengenai pentingnya jaminan kesehatan sejak dini.

"Dengan bekal itu, generasi muda dapat mengajak keluarga dan lingkungan sekitarnya mengenal serta memanfaatkan JKN secara tepat," ujarnya.

Duta Muda BPJS Kesehatan, Liliana Nur Gandi, memaparkan gagasan yang ia rangkum dalam konsep “LIA” (Literation, Inspiration, Aspiration), pada acara Ngopi JKN bersama media. (Foto:IIS/Spektroom).

Pada kesempatan itu, Duta Muda BPJS Kesehatan, Liliana, memaparkan gagasan yang ia rangkum dalam konsep “LIA” (Literation, Inspiration, Aspiration). Baginya, literasi menjadi pintu masuk untuk memahami JKN, inspirasi menjadi energi untuk menggerakkan, sedangkan aspirasi menjadi ruang agar suara generasi muda ikut diperhitungkan.

“Bagi saya, menjadi Duta Muda bukan hanya tentang menyampaikan informasi, tetapi bagaimana informasi tersebut dapat dipahami dan memberikan dampak. Saya ingin menjadi jembatan bagi generasi muda untuk mengenal JKN dengan cara yang sederhana, kreatif, dan mudah dipahami,” imbuhnya.

Selama setahun masa tugasnya, Liliana menyiapkan sejumlah program. LIA Goes to School akan membawa edukasi JKN ke lingkungan sekolah. Sementara 1 Menit Kenal JKN dan LIA Digital Campaign menyasar ruang digital yang menjadi keseharian anak muda.

Ada juga LIA Inspiration, LIA Aspiration, dan LIA Healthy Generation yang diarahkan untuk membangun budaya hidup sehat sekaligus membuka ruang bagi generasi muda menyampaikan gagasan dan aspirasi terkait JKN.
Langkah Liliana menunjukkan bahwa edukasi JKN tidak harus selalu datang dari ruang formal.

"Ketika informasi disampaikan oleh anak muda kepada anak muda, pesan tentang perlindungan kesehatan berpeluang terasa lebih dekat, sederhana, dan relevan," ucapnya.

Dari sekolah, komunitas, hingga media sosial, Liliana membawa satu pesan: mengenal JKN adalah langkah awal untuk menjaga kesehatan dan keberlanjutannya bersama.

Berita terkait

Komisi X DPR: Masyarakat di Sekitar Cagar Budaya Tidak Boleh Tertinggal

Komisi X DPR: Masyarakat di Sekitar Cagar Budaya Tidak Boleh Tertinggal

Jakarta-Spektroom : Upaya pemerintah untuk melindungi dan mengembangkan kawasan cagar budaya jangan hanya memprioritaskan kelestarian fisik situs semata. Masyarakat yang berdomisili di sekitar cagar budaya juga harus mendapat perhatian dengan kata lain mendapat manfaat bukan malah tertinggal. "Jangan sampai masyarakat di lingkungannya justru terkesan tidak diberikan apa-apa, makin tertinggal, atau

Mohaikal Yunus, Julianto