DWP Kemenag Tikep Salurkan Santunan Untuk Kaum Dhuafa, Anak Yatim, Lansia dan Disabilitas

DWP Kemenag Tikep Salurkan Santunan Untuk Kaum Dhuafa, Anak Yatim, Lansia dan Disabilitas
DWP Kemenag Tikep saat salurkan santunan untuk Kaum Dhuafa, Anak Yatim, Lansia dan Disabilitas (Foto:Kemenag Tikep)

Tidore-Spektroom: Pengurus Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) melaksanakan pemberian santunan untuk kaum dhuafa, anak yatim dan lansia serta disabilitas di Kota Tidore Kepulauan.

Kegiatan DWP Berbagi dengan pemberian santunan ini merupakan bentuk kepedulian dan tanggung jawab sosial DWP Kemenag Kota Tidore Kepulauan terhadap masyarakat yang membutuhkan, Jumat (6/3/2026).

Ketua DWP Kemenag Kota Tidore Kepulauan Nurlaela Lukmanuddin mengatakan, santunan yang diberikan kepada kaum dhuafa, anak yatim dan lansia serta disabilitas dengan harapan santunan ini dapat membantu meringankan mereka.
"Kami berharap santunan ini dapat membantu meringankan beban mereka dan memberikan sedikit kebahagiaan di bulan suci Ramadhan," ujar Nurlaela.

Dikatakan Nurlaela, Santunan yang diberikan berupa paket sembako dan DWP Kemenag Kota Tikep akan terus melakukan kegiatan sosial sehingga dapat ikut membantu masyarakat yang membutuhkan.

"Alhamdulillah, kita dapat berbagi sedikit rezeki kita kepada mereka yang membutuhkan. Semoga kegiatan ini menjadi amal jariah sekaligus menjadi perekat silaturahmi bagi kita semua," ucap Nurlaela.

Dalam penyerahan santunan selain dihadiri Pengurus DWP Kota Tidore Kepulauan, juga beberapa penjabat di lingkungan Kantor Kemenag Kota Tidore Kepulauan.

Berita terkait

Gubernur Sumbar Mahyeldi : Penting Menghidupkan Kembali Nilai Pendidikan Berbasis Keluarga

Gubernur Sumbar Mahyeldi : Penting Menghidupkan Kembali Nilai Pendidikan Berbasis Keluarga

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan berbasis keluarga saat membuka Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (4/5/2026). Di hadapan sekitar 1.000 peserta dari kalangan akademisi,

Rafles