Gubernur Sumbar Mahyeldi : Penting Menghidupkan Kembali Nilai Pendidikan Berbasis Keluarga

Gubernur Sumbar Mahyeldi : Penting Menghidupkan Kembali Nilai Pendidikan Berbasis Keluarga
Gubernur Sumbar Mahyeldi menyerahkan cenderamata kepada narasumber Seminar. (Foto: Adpim Sumbar)

Padang-Spektroom : Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah menegaskan pentingnya menghidupkan kembali nilai-nilai pendidikan berbasis keluarga saat membuka Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” di Auditorium Universitas Negeri Padang (UNP), Senin (4/5/2026).

Di hadapan sekitar 1.000 peserta dari kalangan akademisi, mahasiswa, guru, hingga organisasi perempuan, Mahyeldi menekankan bahwa seminar ini bukan sekadar mengenang sejarah, melainkan momentum mencari solusi atas krisis pendidikan yang kian kompleks.

“Seminar ini kita gagas bukan hanya untuk mengenang sejarah. Nilai-nilai yang diajarkan Ibu Rahmah El Yunusiyyah sangat realistis untuk menjawab persoalan pendidikan terkini, sehingga perlu kembali diimplementasikan dalam proses pembelajaran saat ini,” tegas Mahyeldi.

Ia lalu menyoroti fenomena hubungan guru dan murid yang kian memprihatinkan, bahkan tak jarang berujung konflik hingga masuk ranah hukum. Menurutnya, kondisi tersebut menunjukkan adanya krisis yang perlu ada solusi agar nilainya tidak lari dari esensi pendidikan itu sendiri.

“Kita melihat sekarang hubungan guru dan murid tidak jarang mengalami gesekan yang tidak sepatutnya. Bahkan ada yang sampai dilaporkan ke kepolisian. Ini sudah keluar dari ruh pendidikan,” ujarnya.

Mahyeldi menilai akar dari berbagai persoalan sosial tersebut karena lemahnya ketahanan keluarga. Ironisnya, menurut Mahyeldi, kendati Peraturan Daerah terkait ketahanan keluarga sudah ada di Sumbar, namun menurut Mahyeldi, sisi implementasinya masih lemah.

“Kita bicara narkoba, kembali permasalahan dasarnya ada di tingkat keluarga. Perilaku menyimpang, juga kembali ke keluarga. Tapi ironisnya, setiap orang yang akan berkeluarga justru tidak dibekali secara serius tentang ketahanan keluarga,” katanya.

Ia mencontohkan sistem pendidikan keluarga yang diterapkan Rahmah El Yunusiyyah melalui Diniyyah Puteri, yang sejak usia dini telah membekali perempuan dengan ilmu rumah tangga dan kehidupan. Selain nantinya juga diberikan ilmu agama, bertutur dan berlogika serta disiplin ilmu lainnya.

“Saya pernah tanya alumni Diniyyah Puteri, ternyata pelajaran tentang ketahanan keluarga itu sudah diajarkan sejak SMP. Sementara kita, menjelang menikah hanya dapat pembekalan dua jam. Ini tentu tidak cukup,” tegasnya.

Menurut Mahyeldi, konsep pendidikan yang dirintis Rahmah El Yunusiyyah terbukti melahirkan generasi perempuan tangguh, bahkan telah terbukti mampu melahirkan tokoh besar seperti Rasuna Said.

“Beliau mempersiapkan perempuan bukan hanya untuk rumah tangga, tapi juga menjadi pribadi mandiri dan berwawasan luas. Hasilnya, bisa kita lihat, banyak tokoh-tokoh besar lahir dari sana,” ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan seminar nasional tersebut Menteri Kebudayaan RI yang diwakili oleh Direktur Sarana dan Prasarana Kebudayaan, Feri Arlius. Dalam sambutannya ia menegaskan bahwa Rahmah El Yunusiyyah merupakan pelopor pendidikan perempuan di Indonesia yang pemikirannya masih relevan hingga kini.

“Beliau adalah arsitek pendidikan perempuan pertama di Indonesia melalui Diniyyah Puteri. Di tengah keterbatasan akses pendidikan saat itu, beliau membuka jalan bagi kemandirian intelektual dan spiritual perempuan,” ungkap Feri.

Pemerintah, lanjutnya, memberikan perhatian serius terhadap pengembangan Diniyyah Puteri sebagai bagian dari warisan budaya dan sejarah pendidikan nasional.

“Keberadaan Diniyyah Puteri masih sangat relevan. Kementerian Kebudayaan akan memberikan dukungan, yang saat ini masih dalam tahap pembahasan,” katanya.

Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Syaifullah selaku ketua pelaksana Seminar Nasional “Kiprah Rahmah El Yunusiyyah sebagai Pahlawan Nasional dalam Pengembangan Pendidikan di Indonesia” mengatakan seminar ini bertujuan menggali kembali pemikiran Rahmah El Yunusiyyah serta mengontekstualisasikannya dengan tantangan pendidikan modern.

“Seminar ini diharapkan melahirkan gagasan baru serta menginspirasi generasi muda, khususnya perempuan, untuk meneladani perjuangan beliau,” ujarnya.

Seminar menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan internasional, di antaranya Tan Sri Dato’ Seri Utama Dr. Rais Yatim, Prof. Dr. dr. Fasli Jalal, Ph.D., serta wartawan senior Khairul Jasmi. (RRE/adpsb/cen/bud)

Berita terkait

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Warga Kapuas Hadapi Kemarau Panjang, Gubernur Agustiar Datang Membawa Bantuan dan Air Bersih

Palangka Raya–Spektroom : Ketika kemarau berlangsung panjang dan kebakaran lahan terus membayangi, kebutuhan warga bukan hanya soal menjaga lingkungan, tetapi juga memastikan kebutuhan sehari-hari tetap terpenuhi. Di tengah kondisi tersebut, Gubernur Kalimantan Tengah Agustiar Sabran datang langsung membawa bantuan bagi masyarakat Kabupaten Kapuas. Bantuan disalurkan di sejumlah titik di Kabupaten

Polin, Julianto
Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Jembatan Baru, Harapan Baru Warga Lipat Gunting di Pedalaman Ketapang

Ketapang-Spektroom: Bagi warga Dusun Lipat Gunting, Desa Suak Burung, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, sebuah jembatan bukan sekadar bangunan yang menghubungkan dua sisi wilayah. Jembatan Gantung Lipat Gunting kini menjadi penghubung aktivitas sehari-hari sekaligus membuka harapan baru bagi masyarakat yang selama ini membutuhkan akses lebih mudah untuk menjalankan

Apolonius Welly, Rafles
Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Wawako Jeffry: Sawahlunto Punya Hektaran Lahan Nganggur Siap Jadi Kampus Raksasa Operator Excavator Bersertifikat!

Sawahlunto-Spektroom : Wakil Wali Kota Sawahlunto Jeffry Hibatullah mendampingi Menteri Ketenagakerjaan RI Prof. Yassierly meninjau Satuan Pelayanan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Satpel PVP) Sawahlunto di Parambahan, Kecamatan Talawi, Sabtu (26/9/2026). Kunjungan tersebut fokus pada penguatan fasilitas pelatihan vokasi untuk menyiapkan tenaga kerja terampil dan bersertifikat yang siap bersaing di

Riswan Idris, Rafles
Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Wali Kota Batam, Amsakar Achmad: Penguasaan Kelas dan Materi adalah Kunci dalam Mengajar

Batam–Spektroom : Wali Kota Batam, Amsakar Achmad, mendorong guru Al-Qur’an terus meningkatkan kompetensi dan kreativitas dalam mengajar agar mampu mengikuti perkembangan zaman. Menurutnya, penguasaan kelas, pemahaman psikologi peserta didik, serta kemampuan memanfaatkan teknologi menjadi bagian penting dalam menciptakan pembelajaran yang menarik dan inklusif. Hal itu ditegaskan Amsakar ketika membuka

Desmawati, Rafles
ссс