Festival 1000 Bakcang : Wali Kota Dorong Jadi Ikon Kuliner Pontianak

Festival 1000 Bakcang : Wali Kota Dorong Jadi Ikon Kuliner Pontianak
Melempar Bak Chang (Bakcang) ke Sungai Kapuas oleh Wako Pontianak Edy Kamtono(tengah) bersama Forkopim dan Panitya menandai dibukanya Festival. (Foto: Apolo/Spektroom)

Pontianak-Spektroom : Festival 1000 Bakcang 2026 tidak hanya mencatatkan rekor pembagian seribu bakcang kepada masyarakat, tetapi juga menguatkan posisi bakcang sebagai bagian dari identitas budaya dan kuliner Kota Pontianak.

Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyebut bakcang memiliki makna lebih dari sekadar makanan. Menurutnya, kuliner khas masyarakat Tionghoa itu menyimpan filosofi keberagaman dan kebersamaan yang mencerminkan kehidupan masyarakat Pontianak yang multikultural.

“Filosofi bakcang ini menunjukkan adanya keberagaman dan kebersamaan untuk kita bersatu, sama-sama membangun kota kita,” kata Edi saat membuka Festival 1000 Bakcang di Taman Alun Kapuas, (19- 21/6/2026)

Festival yang berlangsung di tepian Sungai Kapuas itu menjadi ajang pertemuan berbagai elemen masyarakat.

Ribuan warga memadati lokasi kegiatan untuk menyaksikan rangkaian acara budaya sekaligus menikmati pembagian bakcang gratis yang berhasil mencatatkan rekor.

Edi menilai kegiatan budaya seperti Festival 1000 Bakcang penting untuk terus didukung karena mampu memperkuat toleransi dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman suku, agama, dan budaya yang hidup berdampingan di Pontianak.

Menurutnya, keberagaman tersebut menjadi modal besar bagi Pontianak yang kini semakin dikenal sebagai kota budaya sekaligus kota kuliner.

Tak hanya bernilai budaya, festival ini juga dinilai membuka peluang ekonomi bagi pelaku usaha kuliner dan UMKM lokal.

Edi bahkan mendorong agar bakcang tidak hanya hadir saat perayaan tahunan, tetapi dapat menjadi salah satu produk kuliner unggulan yang tersedia setiap hari.

“Kalau ada tamu dari luar, bakcang ini ada di Kota Pontianak, tidak hanya saat festival, tetapi setiap hari,” ujarnya.

Ia optimistis bakcang memiliki potensi menjadi salah satu ikon kuliner Pontianak yang mampu menarik wisatawan.

Selama ini, kata dia, banyak pengunjung dari luar daerah yang datang kembali ke Pontianak karena rindu dengan ragam kuliner khas yang ditawarkan kota tersebut.

Festival 1000 Bakcang pun diharapkan tidak sekadar menjadi agenda budaya tahunan, tetapi juga menjadi sarana promosi pariwisata dan ekonomi kreatif yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Di tengah semangat menjaga tradisi, bakcang kini diproyeksikan menjadi simbol baru yang merepresentasikan keberagaman, persatuan, dan kekayaan kuliner Kota Pontianak.

Berita terkait

BKPSDM Banyumas Hadirkan Program Jempol Serasi, Dekatkan Layanan Kepegawaian pada ASN

BKPSDM Banyumas Hadirkan Program Jempol Serasi, Dekatkan Layanan Kepegawaian pada ASN

Banyumas-Spektroom: Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kabupaten Banyumas meluncurkan program Jemput Bola Serap Aspirasi (Jempol Serasi) sebagai upaya mendekatkan layanan kepegawaian kepada aparatur sipil negara (ASN) di seluruh wilayah kecamatan selama tahun 2026. Kepala BKPSDM Kabupaten Banyumas, Eko Prijanto, mengatakan program tersebut dirancang untuk memudahkan ASN memperoleh

Bian Pamungkas
Jaga Keterjangkauan Harga, Pemprov NTB Gelar GPM Hingga Ke Ujung Lombok Barat

Jaga Keterjangkauan Harga, Pemprov NTB Gelar GPM Hingga Ke Ujung Lombok Barat

Mataram-Spektroom : Dinas Ketahanan Pangan kembali menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Hutan Nuraksa Kumbi, Desa Pakuan, Kecamatan Narmada, Kabupaten Lombok Barat, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini menjadi upaya pemerintah menjaga keterjangkauan harga pangan sekaligus mendekatkan akses bahan pokok murah kepada masyarakat di wilayah pelosok. Kepala Bidang Ketersediaan dan

Marsam Putrangga, Julianto