Festival Mooncake Simbol Cahaya Kebersamaan Mencerminkan Keberagaman dan Toleransi
Tanjungpinang-Spektroom : Suasana Kota Lama Tanjungpinang bercahaya dan bersinar sempena Festival Mooncake (Festival Kue Bulan) dan Pawai Lampion yang dulepas oleh Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Zulhidayat.
Kegiatan tersebut diawali dari Jl. Tengku Umar, hingga berakhir di Jl. Merdeka, diinisiasi oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) ini, diikuti oleh peserta mulai dari pelajar, komunitas dan masyarakat Tionghoa yang menjadi puncak kemeriahan Festival Mooncake.
Kehadiran ribuan peserta dan masyarakat di sepanjang rute pawai turut menambah kemeriahan Festival Mooncake 2026, sekaligus memperlihatkan semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga keberagaman dan kekayaan budaya Kota Tanjungpinang.
Dalam sambutannya, Sekdako Zulhidayat menyampaikan bahwa Festival Mooncake tidak hanya menjadi bagian dari tradisi masyarakat Tionghoa, tetapi juga telah menjadi bagian dari kekayaan budaya Kota Tanjungpinang yang mencerminkan keberagaman dan kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Atas nama Pemerintah Kota Tanjungpinang, kami menyambut gembira Festival Mooncake tahun ini. Tanjungpinang adalah kota yang majemuk. Melayu, Tionghoa, Jawa, Bugis, Minang, Batak dan berbagai etnis lainnya hidup berdampingan dengan rukun,” ujar Zulhidayat Jum’at (25/9/2026).

Ia menambahkan, Pemko Tanjungpinang berkomitmen mendukung pelestarian budaya sebagai daya tarik pariwisata.
“Kawasan kota lama ini adalah warisan sejarah. Melalui Festival Mooncake dan pawai lampion ini, kita tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga menggerakkan ekonomi kreatif. UMKM kuliner kue bulan hingga kriya lampion, semua hidup,” ungkapnya.
Menurutnya, kemeriahan pawai lampion menjadi gambaran semangat kebersamaan masyarakat dalam menjaga keharmonisan di tengah keberagaman.
“Pawai lampion malam ini menjadi simbol cahaya kebersamaan, keharmonisan dan keberagaman yang menjadi kekuatan Kota Tanjungpinang,” tambahnya.
Pawai lampion berlangsung meriah. Peserta bergerak dari Jalan Teuku Umar, tepatnya di depan Bestari Mall, kemudian menyusuri Jalan Teratai, Jalan Bakar Batu, kawasan Apotek Garuda, Jalan Tambak, Jalan Mawar, hingga Jalan Temiang dan berakhir di area panggung utama kawasan Kota Lama Tanjungpinang.