FKKD Lombok Timur siap mendukung terwujudnya NTB Makmur Mendunia

FKKD Lombok Timur siap mendukung terwujudnya NTB Makmur Mendunia
Forum Komunikasi Kepala Desa(FKKD) Lombok Timur saat Audensi dengan Gubernur NTB(foto Diskominpotik NTB)

Mataram-Spektroom : Kabupaten Lombok Timur menjadi penerima manfaat terbesar dalam program Desa Berdaya, mengingat jumlah desa dan luas wilayahnya yang paling besar di NTB. Pemprov NTB akan memfokuskan intervensi pada 91 desa prioritas yang tergolong kantong kemiskinan.

Selain itu, pemerintah juga mendorong peran Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk Bank NTB Syariah, agar memberikan dampak nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pelaku UMKM dan Pekerja Migran Indonesia (PMI). Hal itu ditegaskan Gubernur NTB M Iqbal saat menerima Forum Komunikasi Kepala Desa (FKKD) Lombok Timur di Mataram Kamis (30/4/2026).

Dalam upaya perlindungan PMI, Gubernur mengungkapkan penerapan skema keberangkatan zero cost. Melalui skema ini, seluruh biaya mulai dari pelatihan, dokumen, tiket, hingga visa ditanggung pemberi kerja, sehingga PMI dapat berangkat secara gratis, legal, dan aman.

“Lombok Timur merupakan penyumbang PMI terbesar. Karena itu, kita dorong sistem zero cost agar mereka tidak terbebani utang sebelum berangkat,” jelasnya.

Komitmen Pemprov NTB mengalokasikan bantuan keuangan khusus bagi 250 desa di seluruh NTB pada tahun anggaran 2026. Khusus di Lombok Timur, sebanyak 64 desa ditetapkan sebagai penerima, dengan alokasi dana sebesar Rp300 juta per desa. Penggunaan anggaran harus difokuskan pada tiga sektor prioritas, yakni ketahanan pangan, pengembangan pariwisata, dan pelestarian lingkungan.

Sementara itu perwakilan FKKD Lombok Timur, Khairul Ihsan menyampaikan apresiasi atas ruang dialog yang diberikan. Ia menegaskan kesiapan para kepala desa untuk mendukung program strategis pemerintah daerah.

“Kami hadir bukan hanya membawa harapan, tetapi juga kesiapan untuk mendukung terwujudnya NTB Makmur Mendunia,” ujarnya.

FKKD Lombok Timur juga menyatakan tiga komitmen utama, yakni menyukseskan program Desa Berdaya untuk pengentasan kemiskinan ekstrem, mengoptimalkan potensi desa di sektor pertanian dan peternakan, serta mengembangkan pariwisata berbasis budaya dan kearifan lokal.

Sinergi antara pemerintah provinsi dan desa ini diharapkan menjadi model pembangunan yang menempatkan desa bukan sekadar objek, melainkan subjek utama dalam transformasi ekonomi di Nusa Tenggara Barat.

Berita terkait

Underpass Bitung Dibangun Untuk Atasi Kemacetan di Jalur Pantura Serang–Tangerang

Underpass Bitung Dibangun Untuk Atasi Kemacetan di Jalur Pantura Serang–Tangerang

Jakarta –Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah menyelesaikan pembangunan Underpass Bitung di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, sebagai upaya meningkatkan kelancaran lalu lintas pada jalur Pantura Serang–Tangerang yang selama ini menjadi salah satu titik perlambatan kendaraan di kawasan tersebut. Kehadiran Underpass Bitung diharapkan dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus memperlancar distribusi

Nurana Diah Dhayanti
Polri dan Bank Indonesia Musnahkan 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Rupiah

Polri dan Bank Indonesia Musnahkan 466.535 Lembar Uang Rupiah Palsu, Perkuat Sinergi Jaga Kedaulatan Rupiah

Jakarta-Spektroom: Bareskrim Polri bersama Bank Indonesia dan unsur Badan Koordinasi Pemberantasan Rupiah Palsu (Botasupal) melaksanakan konferensi pers dan seremonial pemusnahan uang rupiah palsu di Kantor Pusat Bank Indonesia, Jakarta, Rabu (13/5/2026). Dalam keterangannya, Wakabareskrim Polri Irjen Pol. Nunung Syaifuddin menegaskan bahwa kegiatan pemusnahan tersebut merupakan bentuk komitmen bersama

Eva Moenandar, Rafles