Gagal Seleksi Beasiswa Cinta Bergema 2025, Nauval Kembali Mencoba Dan Optimis Lolos 2026

Gagal Seleksi Beasiswa Cinta Bergema 2025, Nauval Kembali Mencoba Dan Optimis Lolos 2026
Peserta ikuti tahapan wawancara Beasiswa Cinta Bergema, yang digelar pada Senin (28/09/2026). (Foto Diskominfo Jember)

Jember - Spektroom: Kegagalan mendapatkan Beasiswa Cinta Bergema pada 2025 tak menyurutkan langkah Nauval Arifin. Mahasiswa Politeknik Negeri Jember (Polije) itu justru kembali mencoba peruntungannya tahun ini. Bahkan, sejak pukul 09.00 WIB, Nauval sudah datang ke Aula Dinas Pendidikan (Dispendik) Kabupaten Jember untuk mengikuti tahapan wawancara Beasiswa Cinta Bergema, yang digelar pada Senin (28/09/2026).

Kedatangannya lebih awal menjadi bukti keseriusan Nauval untuk mendapatkan kesempatan pendidikan melalui program beasiswa tersebut. Ia mengaku, pengalaman tahun sebelumnya menjadi pemacu untuk kembali mendaftar.

Pada 2025, Nauval telah mencoba mengikuti seleksi Beasiswa Cinta Bergema. Namun, namanya belum masuk sebagai penerima. Meski sempat kecewa, ia tidak menjadikan kegagalan tersebut sebagai alasan untuk berhenti mencoba.

Tahun ini, harapan kembali tumbuh. Dengan persiapan yang lebih matang, Nauval mengikuti proses wawancara dengan membawa optimisme agar bisa menjadi salah satu penerima Beasiswa Cinta Bergema.

"Saya datang dari pukul 09.00 karena ingin mengikuti proses wawancara ini dengan serius. Tahun 2025 saya pernah mendaftar, tapi belum keterima. Tahun ini saya mencoba lagi dan berharap bisa menerima Beasiswa Cinta Bergema," ujar Nauval. Senin (28/09/2026)

Bagi Nauval, beasiswa tersebut bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Program itu menjadi salah satu bentuk dukungan agar mahasiswa dapat lebih fokus menjalani perkuliahan dan mengembangkan kemampuan yang dimiliki.

Ia berharap proses seleksi tahun ini dapat memberikan kesempatan yang lebih baik bagi dirinya maupun mahasiswa lain yang memiliki semangat untuk melanjutkan pendidikan.

"Harapannya tentu bisa lolos dan menerima beasiswa ini. Saya ingin memanfaatkan kesempatan yang diberikan sebaik mungkin untuk pendidikan dan masa depan," ungkapnya.

Suasana serupa terlihat dalam pelaksanaan wawancara Beasiswa Cinta Bergema di Aula Dispendik Jember. Para peserta datang dengan membawa harapan masing-masing. Mereka mengikuti proses wawancara sebagai bagian dari tahapan seleksi untuk mendapatkan dukungan pendidikan.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, Nurul Hafid Yasin, S.Pd., M.Pd., mengatakan proses wawancara menjadi bagian penting untuk melihat kondisi, motivasi, serta kesungguhan para peserta.

Menurutnya, Beasiswa Cinta Bergema diharapkan dapat menjadi instrumen untuk memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Jember, terutama bagi para pelajar dan mahasiswa yang membutuhkan dukungan untuk melanjutkan pendidikan.

"Yang kami lihat bukan hanya kelengkapan administrasi, tetapi juga semangat, motivasi, dan kesungguhan peserta dalam menempuh pendidikan. Kami berharap program Beasiswa Cinta Bergema ini benar-benar memberikan manfaat dan membuka kesempatan yang lebih luas bagi anak-anak Jember untuk terus belajar," jelas Hafid.

Berita terkait

Uji Coba Angkutan  Kereta Api Khusus Hasil Pertanian Banyuwangi-Jakarta, Buah Naga Jadi Muatan Perdana

Uji Coba Angkutan Kereta Api Khusus Hasil Pertanian Banyuwangi-Jakarta, Buah Naga Jadi Muatan Perdana

Banyuwangi-Spektroom : Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyambut baik ujicoba pengoperasian kereta api untuk angkutan hasil bumi. Menurutnya, angkutan ini akan menjadi alternatif distribusi hasil pertanian daerah. “Dengan layanan ini, distribusi hasil pertanian Banyuwangi diharapkan semakin terbuka, sehingga komoditas unggulan daerah dapat menjangkau pasar yang lebih luas melalui pilihan moda transportasi yang

Julianto