Gelar SINAPMASAGI Ke- 6, FKIP Unila Hadirkan Narasumber Guru Besar Fakultas MIPA UNJ
Bandarlampung - Spektroom: Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (PIMPA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Lampung (Unila) menggelar Seminar Nasional Pembelajaran Matematika, Sains, dan Teknologi (SINAPMASAGI) ke-6 di Gedung FKIP, di Bandarlampung, Rabu (7/10/2026).
Sinapmasagi Ke-6 mengangkat tema "Transformasi Pendidikan Matematika, Sains dan Teknologi Informasi Untuk Hilirisasi Inovasi dan Kompetensi Secara Berkelanjutan" tersebut menghadirkan narasumber Prof. Dr. Maria Paristiowati, M.Si., Guru Besar Fakultas MIPA Universitas Negeri Jakarta (UNJ) & Prof. Dr. Kartini Herlina, M.Si. Guru Besar (Profesor) dalam bidang Ilmu Media Pembelajaran pada Program Studi Pendidikan Fisika/Sains FKIP Unila.
Dekan FKIP Unila Albert Maydiantoro mengapresiasi kepada jurusan PIMPA yang melaksanakan kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi dibidang akademik, melalui Sinapmasagi.
"Jadi Sinapmasagi ini sudah kita selenggarakan untuk keenam kalinya, tentu saja ini menjadi sebuah program unggulan bagi kita, sebagai institusi di pendidikan tinggi, melalui ada diskusi dialog dan forum akademik yang harus kita terapkan di lingkungan kampus, terkhusus di FKIP" terang Albert dalam sambutannya.
Seminar hari ini mengusung tema yang menjadi ruh dari arah perkembangan zaman, yaitu Transformasi Pendidikan Matematika Sains dan Teknologi Informasi Untuk Hilirisasi Inovasi dan Kompetensi, secara berkelanjutan.
Tema ini, terus Albert sangat relevan dengan kondisi saat ini, dalam konteks pendidikan yaitu Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) seperti FKIP Unila.
"Kita memikul mandat ganda, karena kita tidak hanya dituntut untuk bagaimana mencetak calon guru yang menguasai konten ilmu matematika sains Secara teoritis, tetapi juga kita menjadi agen perubahan yang memiliki literasi teknologi informasi yang tinggi" ujarnya lagi.
Dengan topik Peningkatan Kualitas Pembelajaran Sains Melalui Lesson Study : Sebuah Alternatif Untuk Transformasi Pembelajaran, Prof. Dr. Maria Paristiowati, dalam paparannya menyebutkan Potret pembelajaran Sains di Indonesia, bisa diartikan tantangan pembelajaran sains tidak hanya pada materi, tetapi juga pada proses, asesmen, fasilitas dan penguatan scientific Inquiry.
"Keseragaman target kompetensi biasanya Standar kompeten cenderung disamartakan, tanpa mempertimbangkan kondsi siswa. Disamping itu padatnya materi namun waktu belajar terbatas serta Asesmen belum utuh karena panduan lebih dominan kognitif, oleh karenanya sikap dan keterampilan pertu lebih terukur." terang Maria Paristiowati.(@Ng).