Trending

Gigih Perjuangkan KIP Kuliah, Siswi Kapuas Lawan Ketidaktepatan Data

Gigih Perjuangkan KIP Kuliah, Siswi Kapuas Lawan Ketidaktepatan Data
Sylvia Agustina Pratiwi tengah berikhtiar untuk mendapatkan KIP. (Dok:Media Disdik)

Kuala Kapuas-Spektroom :
Di tengah keterbatasan ekonomi, seorang siswi di Kuala Kapuas memilih tidak menyerah. Ia aktif mengurus dan memperjuangkan haknya untuk mendapatkan KIP Kuliah, meski terkendala data kesejahteraan yang belum sesuai kondisi nyata.

Dari Kuala Kapuas, Sylvia Agustina Pratiwi menunjukkan bahwa gigih perjuangan meraih pendidikan tidak selalu soal nilai akademik, tetapi juga keberanian melawan sistem yang belum sepenuhnya akurat.
Berasal dari keluarga penjual jamu, ia sudah berupaya sejak awal kelas XII untuk mengakses KIP Kuliah. Namun hasil pendataan menempatkannya pada desil 6–10, yang membuat peluang bantuan semakin kecil.
“Saya sudah mengurus sejak awal kelas XII, tapi masih masuk desil 6 sampai 10. Padahal kondisi kami berharap bisa di desil 1 sampai 5,” ungkapnya.

Alih-alih tak menyerah, Sylvia terus berupaya melalui jalur administratif, termasuk pengajuan lewat kecamatan. Baginya, pendidikan tinggi adalah satu-satunya jalan untuk memperbaiki kondisi keluarga.

Plt. Kepala Dinas Pendidikan Kalimantan Tengah, Muhammad Reza Prabowo, menilai apa yang dilakukan Sylvia adalah gambaran nyata semangat siswa yang harus direspons serius oleh pemerintah.
“Kita dorong agar bisa masuk desil 1 sampai 5, supaya nanti saat kuliah bisa mendapatkan keringanan melalui KIP Kuliah,” ujarnya Rabu, (01/04/2026).

Pihaknya memastikan akan mendorong perbaikan data dengan melibatkan Badan Pusat Statistik dan Dinas Sosial, agar kasus serupa tidak terus berulang.

Perjuangan Sylvia mengingatkan satu hal, akses pendidikan bukan hanya soal kebijakan, tapi juga keberanian individu untuk memperjuangkan haknya.
Di balik proses administratif yang rumit, ada tekad yang tidak kalah kuat. Dan ketika sistem mulai dibenahi, harapannya adalah tak ada lagi mimpi yang tertunda hanya karena data yang keliru. (Polin )

Berita terkait

Langkah Janice Tjen/Venus Williams Terhenti Pada Babak Semifinal Guangzhou Open 2026.

Langkah Janice Tjen/Venus Williams Terhenti Pada Babak Semifinal Guangzhou Open 2026.

Jakarta- Spektroom :  Harapan petenis putri Indonesia Janice Tjen untuk membuat catatan prestasi bersama legenda tenis Amerika Serikat Venus Williams  pupus. Duet  Janice Tjen/Venus Williams tidak berhasil melanjutkan langkah  ke final Guangzhou Open 2026 usai dikalahkan Polina Kudermetova/Maria Timofeeva dilaga semifinal,  Sabtu (31/10/2026). Kudermetova/Timofeeva tancap gas

Adi Wiyono, Heriyoko
Ketika Polisi Hadir di Tengah Duka, Pengawalan Jenazah Jadi Potret Humanis Operasi Patuh

Ketika Polisi Hadir di Tengah Duka, Pengawalan Jenazah Jadi Potret Humanis Operasi Patuh

Pontianak-Spektroom : Di tengah pelaksanaan Operasi Patuh Kapuas 2026, ada pemandangan berbeda yang memperlihatkan wajah lain pelayanan kepolisian. Bukan penindakan pelanggaran lalu lintas ataupun pemeriksaan kendaraan, melainkan sebuah aksi kemanusiaan yang mengantarkan jenazah seorang warga menuju tempat peristirahatan terakhir. Sabtu (31/10/2026), di tengah aktivitas lalu lintas Kota Pontianak,

Apolonius Welly, Rafles