Grand Carnival Puncak Penyelenggaraan JFC 2026 Menampilkan Parade Spektakuler
Jember - Spektroom: Grand Carnival menjadi puncak penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC). Parade spektakuler ini menampilkan seluruh chapter JFC, marching band, hingga penampilan penutup yang menandai berakhirnya JFC 2026, digelar pada Minggu (26/07/2026).
Sekitar 1.500 orang, terlibat dalam penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC) ke-24 tahun 2026, mulai dari talent, tim pendukung, hingga kontingen peserta yang datang dari luar daerah maupun mancanegara.
Presiden JFC Budi Setiawan mengatakan, JFC Tahun 2026, skala penyelenggaraan yang masif, menjadi bagian dari inovasi baru JFC 2026, yakni menghadirkan sesi "Red Carpet" untuk pertama kalinya.
Menurutnya kemeriahan Red Carpet tersebut tampak nyata, saat sesi Gala Dinner yang digelar di Pendopo Bupati Jember.
Aktris senior Christine Hakim mengatakan, kegiatan Jember Fashion Carnaval (JFC) dapat menjadi inspirasi generasi muda untuk menciptakan sebuah mahakarya yang spektakuler.

"Saya terkesan dengan kreativitas anak-anak muda Jember. Baru pertama kali saya menyaksikan secara langsung dan sangat luar biasa," ungkapnya.
Menurutnya, kota kecil seperti Kabupaten Jember bisa melahirkan karya yang spektakuler karena dirinya belum pernah melihat karnaval seperti itu di daerah lain.
"Energi dan kreativitas anak-anak Jember ini beyond your imagination sehingga perlu memberikan dukungan kepada generasi muda di JFC" jelasnya.

Sementara Presiden JFC Budi Setiawan menyampaikan terima kasih atas kedatangan beberapa tamu penting dalam ajang JFC ke-24 yang bertabur bintang.
"Saya sangat senang Ibu Christine Hakim dan banyak artis, serta Putri Indonesia memeriahkan rangkaian JFC di Kabupaten Jember," ungkapnya.
Grand Carnival yang digelar pada Minggu (26/07/2026), menjadi puncak penyelenggaraan Jember Fashion Carnaval (JFC), peserta dari berbagai daerah dan mancanegara dengan kostum megah, tampil memukau dengan busana tradisional berpadu sentuhan artistik modern.
Banyak penonton mengabadikan momen menggunakan telepon genggam. Sorak sorai dan tepuk tangan mengiringi setiap penampilan kontingen yang menampilkan karakter khas daerah masing-masing.
JFC 2026 mengusung tema HEAL (Humanity, Earth, and Life). Melalui tema ini, JFC mengajak masyarakat untuk merenungkan pentingnya memulihkan hubungan antara manusia, bumi, dan kehidupan melalui perpaduan seni kostum, musik, serta pertunjukan jalanan.
Para desainer memadukan kerajinan tradisional dengan teknologi, elemen mekanis, dan inovasi panggung menghadirkan kostum yang tidak hanya memukau secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan cerita dan pesan tentang pelestarian lingkungan. (budi s)