Green Tourism Festival 2026: Merawat Ruang Hijau, Menghidupkan Ekonomi Kreatif
Jakarta - Spektroom : Halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur berubah menjadi ruang perjumpaan antara hiburan, kuliner, ekonomi kreatif, dan pesan tentang lingkungan. Di tempat itu, Green Tourism Festival 2026 digelar dengan membawa satu pesan sederhana, wisata kota tidak harus mengorbankan ruang hijau.
Wali Kota Jakarta Timur, Munjirin, membuka festival tersebut, Sabtu (26/9/2026). Pembukaan ditandai dengan penempelan hand scan pada layar LED, sekaligus menjadi penanda dimulainya rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga Minggu (27/9/2026).
Mengusung tema “Satu Aksi Nyata, Hijaukan Wisata Kota”, festival ini tidak sekadar menawarkan panggung hiburan. Di balik kemeriahan musik dan kuliner, Pemerintah Kota Jakarta Timur ingin memperkenalkan potensi wisata hijau yang selama ini belum banyak diketahui masyarakat.
“Kita sudah berkomitmen bahwa tempat wisata Jakarta Timur harus tetap hijau. Kita terus galakkan gerakan Jumat Menanam,” katanya.
Komitmen itu diwujudkan melalui pengembangan sejumlah kawasan yang memiliki fungsi ekologis sekaligus berpotensi menjadi destinasi wisata. Di antaranya Kanal Banjir Timur (KBT), danau, waduk, setu, embung, taman agro eduwisata hingga Taman Maju Bersama.
Bagi Pemerintah Kota Jakarta Timur, ruang-ruang tersebut bukan sekadar hamparan hijau di tengah kepadatan kota. Jika dikelola secara berkelanjutan, kawasan itu dapat menjadi tempat rekreasi sekaligus sarana edukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga lingkungan.
Kepala Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Timur, Yayang Kustiawan, mengatakan Green Tourism Festival 2026 menjadi bagian dari upaya mendorong pengembangan pariwisata berkelanjutan. Festival juga dirancang untuk mempertemukan kepentingan lingkungan dengan denyut ekonomi masyarakat. Produk UMKM dan aktivitas ekonomi kreatif ditampilkan dengan konsep ramah lingkungan.
“Total ada 94 pelaku usaha yang andil meriahkan festival ini,” sebutnya.
Suasana festival semakin hidup dengan hadirnya berbagai pertunjukan. Grup musik Doel Jaelani & Band serta Tipe-X turut menghibur pengunjung.
Namun, panggung festival tidak hanya menjadi milik musik modern. Budaya Betawi ikut mengambil ruang melalui pertunjukan Gambang Kromong dan Lenong Sanggar Mak Tonah.
Kepala Seksi Pemasaran dan Atraksi Sudin Parekraf Jakarta Timur, Ihsan Ramadhan, mengatakan rangkaian kegiatan juga diisi talk show, Stand Up Comedy Jerry Libing, serta Lomba Tari Ratoh Jaroe.
Lomba tersebut melibatkan 20 sekolah tingkat atas di Jakarta Timur.
"Para pemenang memperoleh sertifikat dan uang pembinaan, masing-masing Rp2,5 juta untuk juara pertama, Rp2 juta juara kedua, dan Rp1,5 juta juara ketiga," ungkapnya.
Green Tourism Festival 2026 akhirnya bukan hanya tentang bagaimana sebuah kota menikmati akhir pekan. Festival ini menjadi ruang untuk memperkenalkan gagasan bahwa pariwisata, ekonomi kreatif, budaya, dan lingkungan dapat tumbuh bersama.
Dari panggung hiburan hingga ruang hijau, Jakarta Timur sedang mencoba menunjukkan bahwa wisata kota dapat tetap ramai tanpa kehilangan kepedulian terhadap lingkungan.