Gubernur Ahmad Luthfi Tanam Cemara Laut dan Mangrove Selaras Program Mageri Segoro

Gubernur Ahmad Luthfi Tanam Cemara Laut dan Mangrove Selaras Program Mageri Segoro
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi menanam bibit cemara laut dipantai Tirang kota Semarang, (Foto: Sigit)

Semarang - Spektroom: Gubernur Jateng Ahmad Luthfi memimpin kegiatan penanaman bibit cemara laut dan mangrove selaras Program 'Mageri Segoro'.di pantai Tirang kota Semarang,

Kegiatan diikuti berbagai elemen, mulai dari pemerintah, komunitas lingkungan, pelajar, mahasiswa, dan masyarakat. 

Kegiatan dirangkaikan dengan monen peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, mereka tidak sekadar menanam pohon, melainkan sedang merajut sabuk hijau untuk masa depan pesisir yang lebih abadi.

Selain penanaman pohon, 200 batang cemara laut dan 2.750 batang mangrove juga dilakukan gerakan bersih-bersih pantai secara gotong royong.

Di hari yang sama, secara serentak, penanaman mangrove dan tanaman pesisir, juga dilakukan di 16 kabupaten/kota pesisir di Jawa Tengah, dengan total 92.290 bibit.

Dalam kesempatan itu, Luthfi mengatakan, menjaga lingkungan tidak bisa hanya dikerjakan pemerintah, melainkan tanggung jawab bersama dari seluruh elemen masyarakat.

Dia menegaskan, persoalan lingkungan harus dipandang sebagai tanggung jawab bersama dan membutuhkan kesadaran kolektif.

Gubernur menjelaskan, kegiatan penanaman pohon di kawasan pesisir menjadi bagian dari program Gerakan Mageri Segoro.

Gerakan tersebut dimaknai sebagai upaya melindungi laut dan kawasan pesisir, dari ancaman rob dan abrasi.

“Mageri Segoro itu segara yang dikasih pager. Artinya, laut kita itu harus kita pagari,” kata dia.

Luthfi mencontohkan sejumlah kawasan pantai di Pantura, yang mengalami tekanan serius akibat abrasi. Karena itu, penanaman mangrove dan tanaman pesisir, harus dilihat sebagai upaya jangka panjang menjaga garis pantai.

Luthfi mengingatkan menanam saja tidak cukup. Tanaman yang sudah ditanam harus dirawat agar tidak mati, dan benar-benar memberi manfaat bagi kawasan pesisir.Untuk itu, dia meminta dinas terkait, penggiat lingkungan, hingga kawasan industri, agar ikut menjaga tanaman yang sudah ditanam.

Terlebih, penanaman dilakukan menjelang musim kemarau, sehingga perlu pemantauan rutin. Tiga hari sekali minimal dilakukan pengecekan.

Sebagai informasi, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026 di Jawa Tengah mengusung tema Saatnya Bekerja untuk Iklim. Tema itu dinilai relevan bagi Jawa Tengah karena dampak perubahan iklim telah dirasakan masyarakat, termasuk melalui bencana hidrometeorologi yang mendominasi kejadian bencana alam di provinsi ini.

Seorang peserta dari Saka Kalpataru, Aisyah, berharap penanaman mangrove dapat menjaga keberlanjutan kawasan pesisir Pantai Tirang.

“Harapan saya, semoga Pantai Tirang ini jangan sampai terkikis oleh air laut,” kata Aisyah. 

Berita terkait

DKI Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumber, Pilot Project Digelar di Jagakarsa

DKI Perkuat Pengelolaan Sampah dari Sumber, Pilot Project Digelar di Jagakarsa

Jakarta - Spektroom : Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memperkuat pengelolaan sampah dari sumber melalui sistem pilah, angkut, dan olah. Kebijakan ini diarahkan agar sampah tidak sekadar dikumpulkan dan dibuang, tetapi dipilah sejak dari rumah untuk kemudian dikelola sesuai jenisnya. Langkah tersebut diwujudkan melalui Pilot Project Pengelolaan Sampah Kolaboratif di RW 06,

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
Bazar Green Tourism Festival Raup Omzet Rp191,8 Juta, UMKM Jakarta Timur Ketiban Berkah

Bazar Green Tourism Festival Raup Omzet Rp191,8 Juta, UMKM Jakarta Timur Ketiban Berkah

Jakarta-Spektroom : Gelaran Bazar Green Tourism Festival 2026 tidak hanya menghadirkan hiburan dan kampanye wisata berkelanjutan. Kegiatan yang berlangsung di halaman Kantor Wali Kota Jakarta Timur pada 26-27 September 2026 itu juga menjadi ruang promosi dan transaksi bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hasilnya cukup menggembirakan. Bazar yang melibatkan

Irvan Idris Saleh, Bian Pamungkas
ссс