Trending

Gubernur Ansar Ahmad: Asita Travel Mart Perluas Promosi Wisata Kepri ke Pasar Dunia

Gubernur Ansar Ahmad: Asita Travel Mart Perluas Promosi Wisata Kepri ke Pasar Dunia
Gubernur Kepri Ansar Ahmad didampingi Ketua DPD Asita dan Kadis Pariwisata Kepri Hasan. (Foto: Diskominfo).

Kepri–Spektroom : Berdasarkan data kunjungan wisatawan nusantara ke Kepulauan Riau (Kepri) selama Januari hingga Agustus 2026 mencapai 3.145.849 orang. Sedangkan kunjungan wisatawan mancanegara pada periode yang sama tercatat 1.451.609 orang, dengan negara asal diantaranya Singapura, Malaysia, Tiongkok, India, dan Filipina.

Ketika membuka secara resmi Asita Kepri Travel Mart VII 2026 di Ballroom Aston Batam Hotel & Residence, Kota Batam, Senin (19/10/2026), Gubernur Kepri Ansar Ahmad mengemukakan Asita Kepri Travel Mart VII 2026 menjadi momentum untuk memperluas promosi destinasi unggulan dan potensi pariwisata di Provinsi Kepri ke pasar domestik maupun mancanegara.

Menurut Ansar, kegiatan yang mempertemukan pelaku industri pariwisata ini harus dimanfaatkan untuk memperkenalkan destinasi unggulan, paket perjalanan, serta beragam potensi wisata yang tersebar di Batam dan berbagai wilayah Kepri.

“Dengan kata lain, kegiatan ini harus menjadi ruang promosi bagi pelaku industri pariwisata untuk terus memperkenalkan produk wisata, sekaligus membangun peluang kerja sama dengan mitra bisnis dan meningkatkan daya tarik pariwisata daerah,” jelas Gubernur.

Ansar mengatakan, Provinsi Kepulauan Riau memiliki potensi pariwisata yang besar, didukung kekayaan alam bahari, keragaman destinasi, serta warisan budaya Melayu yang menjadi identitas daerah. Potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar mampu memberikan nilai tambah bagi perekonomian dan masyarakat.

“Melalui keterhubungan antardestinasi atau linkage tourism, kita dapat mendorong peningkatan lama tinggal dan belanja wisatawan, sekaligus memperluas manfaat ekonomi pariwisata bagi masyarakat di berbagai daerah,” ujarnya.

Ia berharap, Asosiasi Perusahaan Perjalanan Wisata Indonesia (ASITA) dapat terus menjadi mitra strategis pemerintah dalam menghubungkan potensi destinasi dengan kebutuhan pasar. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui pengembangan paket wisata terintegrasi, perluasan jaringan pemasaran, serta penguatan kemitraan usaha di sektor pariwisata.

Peresmian Asita bertemakan Malay Heritage of the Riau Island to the World. (Foto: Diskominfo)

Ansar menilai, Asita mengusung tema Bringing Malay Heritage of the Riau Islands to the World relevan dengan upaya memperkenalkan kekayaan budaya Melayu Kepri ke tingkat internasional.

Menurutnya, warisan budaya Melayu bukan hanya menjadi identitas dan kebanggaan daerah, tetapi juga memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai daya tarik unggulan pariwisata.

Sementara itu, Ketua DPD ASITA Kepri Eva Betty Siahaan mengatakan, Asita Kepri Travel Mart VII 2026 dirancang untuk mempertemukan pelaku usaha perjalanan wisata dengan mitra potensial, termasuk agen perjalanan dari mancanegara.

Melalui pertemuan tersebut, diharapkan terbuka peluang kerja sama bisnis yang dapat mendukung promosi dan pemasaran destinasi wisata Batam serta Kepri.

Eva menyebutkan, kegiatan tahun ini diikuti lebih dari 62 tenant, buyers, dan sellers dari sejumlah negara serta berbagai daerah di Indonesia.

Ia berharap, pertemuan para pelaku industri tersebut dapat meningkatkan eksposur pariwisata Batam dan Kepri di pasar internasional, sekaligus menghasilkan kemitraan yang konkret dalam pengembangan usaha pariwisata.

“Karenanya, saya yakin kegiatan ini akan bisa meningkatkan daya tarik pariwisata Batam dan Kepri di mata wisatawan, sekaligus menjadi sarana untuk membangun peluang kerja sama langsung dengan mitra bisnis yang terlibat,” tutupnya.

Berita terkait

Menteri PU Instruksikan Cek Hulu Sungai Antisipasi Longsor Susulan Ruas Tapan-Batas Jambi

Menteri PU Instruksikan Cek Hulu Sungai Antisipasi Longsor Susulan Ruas Tapan-Batas Jambi

Sumatera Barat – Spektroom : Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau penanganan pascabencana banjir bandang di Batang Tapan, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Senin (19/10/2026).Tinjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi wilayah terdampak sekaligus memastikan langkah penanganan infrastruktur dan mitigasi bencana dapat berjalan secara terkoordinasi, terutama di tengah curah

Nurana Diah Dhayanti
Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi

Percepatan Penanganan Karhutla dan Penguatan Mitigasi

Bandarlampung - Spektroom: Penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) harus dilakukan secara cepat, terpadu, dan berkelanjutan. Selain mempercepat pemadaman, seluruh jajaran diminta memperkuat mitigasi, meningkatkan pemantauan titik panas, serta melibatkan masyarakat untuk mencegah kebakaran berulang Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal meminta percepatan penanganan karhutla dan penguatan mitigasi hingga tingkat desa dalam

Anggoro AP