Trending

Gubernur Lampung: UBL Siapkan Lulusan Yang Mampu Berkarya & Buka Lapangan Kerja

Gubernur Lampung: UBL Siapkan Lulusan Yang Mampu Berkarya & Buka Lapangan Kerja
Upacara Wisuda ke-76 Periode Ganjil Tahun Akademik 2026/2027. (Foto Spektroom).

Bandarlampung - Spektroom: Universitas Bandar Lampung (UBL)  menggelar prosesi Wisuda ke-76 Periode Ganjil Tahun Akademik 2026/2027 pada Kamis (22/10/2026). 


Pada Yudisium dan Wisuda tersebut, sebanyak 539 lulusan dari berbagai jenjang pendidikan dikukuhkan. Prosesi Wisuda  berlangsung di Convention Hall Mahligai Agung, Kampus Pascasarjana UBL, Jalan Z.A. Pagar Alam, Bandarlampung.


Ke 539 lulusan tersebut terdiri dari Program Sarjana S1 sejumlah 330 orang dengan rincian Fakultas Ekonomi dan Bisnis, 23 orang terdiri dari Program Studi Akutansi 2 orang, Program Studi Manajemen 21 orang.


Selanjutnya Fakultas Hukum, Prodi, Studi Hukum 83 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik 99 orang, Fakultas Teknik 60 orang, sedangkan untuk Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP)  Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris 3 & Program Magister S2,  222 orang, Program studi Magister Hukum 97 orang dan program Doktoral S3 sejumlah 7 orang.


Mewakili Gubernur Lampung Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Balitbangda) Lampung Yurnalis mengatakan, Perguruan Tinggi adalah tempat kita mengembangkan ilmu yang menjadi bekal bagi calon pemimpin, calon pengusaha, calon peneliti, dan calon pembawa perubahan bagi Lampung. 

audio-thumbnail
Yurnalis UBL
0:00
/161.321995

Oleh karena itu Pemerintah provinsi Lampung mengapresiasi kepada Universitas Bandar Lampung untuk menjadi world class entrepreneur university dan membangun talent and career ecosystem.


Semangat ini menunjukkan bahwa UBL tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga menyiapkan lulusan yang mampu berkarya dan menciptakan lapangan kerja. 

"Saat ini pertumbuhan ekonomi Lampung  mencapai 5,2 persen tertinggi kedua di Sumatera. Berpenduduk mencapai sekitar 9,5 juta jiwa dan  24,7 persen diantaranya Gen Z dan 20,67 persen kelompok post Gen ujar Gubernur seperti disampaikan Yurnalis.


Menurut Gubernur Komposisi ini menunjukkan besarnya potensi generasi muda sebagai kekuatan ekonomi Lampung di masa depan.

Pemerintah provinsi Lampung, terus Mirza mendorong pengolahan ubi kayu menjadi tepung bernilai tinggi. Pembangunan pabrik pengolahan kopi robusta, pengembangan ekosistem bioetanol berbahan baku, ubi kayu, dan sorgum, serta hilirisasi unggas terintegrasi dari hulu ke hilir. 



"Semua ini membutuhkan tenaga yang terampil, para manajer, ekonom, ahli hukum, insinyur, pendidik, dan wirawusahawan muda" tandas Mirza mengingatkan.


Diforum yang sama Rektor Universitas Bandar Lampung Dr. Ir. H. M. Yusuf Barusman, M.B.A., dalam sambutannya menyampaikan pesan khusus kepada para wisudawan, terutama para penyandang gelar Doktor.

“Aku khususnya mahasiswa Doktor maupun sebagai dosen pembimbing atau promotor pertanggungjawaban ilmiahnya sangat tinggi. Oleh karena itu memang ya tidak hanya tidak seperti S1 maupun S2, jauh ya lebih kita berikan kekuatan kesempurnaan di dalam proses melakukan penelitian disertasi dan ini Alhamdulillah sudah kita lakukan,” ujar Dr. Yusuf Barusman.


Yusuf Barusman menambahkan, para doktor baru memikul amanah yang berat untuk berkiprah di tengah masyarakat melalui kontribusi ilmiah.


“Insya Allah para alumni para doktor yang kita wisuda bisa nanti berkiprah di masyarakat dalam bentuk kontribusi ilmiah yang lebih baik lagi. Tentu saya ucapkan juga selamat kepada para penyandang gelar Doktor yang baru, anda punya beban yang berat untuk bisa terus mengemban amanah sebagai Doktor. Anda juga harus membuktikan integritasnya dan anda juga tentu perlu memberikan kontribusi terbaik versi Doktor,” tegasnya.(@Ng

Berita terkait

Konferensi IAPA di Unsoed Rumuskan Lima Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Konferensi IAPA di Unsoed Rumuskan Lima Rekomendasi Perbaikan Tata Kelola Pemerintahan

Purwokerto-Spektroom : Penguatan etika pemerintahan, kebijakan berbasis bukti ilmiah, transparansi, meritokrasi, dan ekosistem pendidikan tinggi menjadi lima rekomendasi strategis untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan di Indonesia. Rekomendasi tersebut dibahas dalam IAPA Annual Conference dan International Conference on Public Administration and Social Sciences (ICPSH) 2026 yang berlangsung di Universitas Jenderal Soedirman

Bian Pamungkas