Hafidz Nasir Dorong Rumah Maggot Jadi Solusi Atasi Krisis Sampah, TPA Cipayung Sudah Overload
Depok-Spektroom : Ketua Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Kota Depok, Hafidz Nasir, mengapresiasi pengembangan rumah maggot di RW 06, Kelurahan Depok Jaya, sebagai salah satu solusi konkret dalam mengurangi volume sampah rumah tangga yang selama ini dibuang ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Cipayung.
Menurut Hafidz, pengelolaan sampah berbasis masyarakat melalui budidaya maggot merupakan langkah strategis yang sejalan dengan program Pemerintah Kota Depok dalam mengatasi persoalan sampah. Ia menegaskan, kondisi TPA Cipayung yang saat ini telah mengalami kelebihan kapasitas (overload) menuntut adanya aksi nyata dari seluruh pemangku kepentingan.
"Selama ini kondisi TPA Cipayung sudah overload sehingga diperlukan langkah-langkah konkret yang harus dilakukan pemerintah. Namun, tanggung jawab mengatasi permasalahan sampah bukan hanya pemerintah saja, tetapi juga masyarakat," kata Hafidz saat menghadiri pelantikan sepuluh RW baru di Kelurahan Depok Jaya, Selasa (28/7/2026).
Hafidz menilai keberadaan rumah maggot di RW 06 menjadi contoh kolaborasi masyarakat dalam mengurangi beban sampah organik yang masuk ke TPA. Model pengelolaan tersebut dinilai dapat direplikasi di wilayah lain agar penanganan sampah dilakukan sejak dari sumbernya.

Sementara itu, Ketua RW 06 Depok Jaya, Arief, mengatakan pihaknya terus mengembangkan pengelolaan sampah melalui rumah maggot yang berada di RT 06. Fasilitas tersebut kini telah dimanfaatkan untuk mengolah sampah organik yang dihasilkan warga.
"Untuk sampah organik sudah kami tangani melalui rumah maggot. Tantangan berikutnya adalah penanganan sampah anorganik, terutama sampah kering. Kami sedang mencari solusi terbaik, termasuk kemungkinan penggunaan mesin pengolah sampah," ujar Arief.
Selain fokus pada pengelolaan sampah, RW 06 juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Depok untuk menangani persoalan banjir yang masih kerap terjadi di kawasan tersebut.
Di sektor budidaya maggot, Arief mengungkapkan produksi terus mengalami peningkatan. Dari hasil panen sekitar 80 kilogram, kini pihaknya menargetkan produksi mencapai 200 kilogram agar manfaat ekonomi yang dirasakan masyarakat semakin besar.
Menurut Arief, hasil panen maggot telah memiliki pasar yang jelas melalui kerja sama dengan mitra penampung, di antaranya Garuda dan Biomek. Biomek juga memberikan pendampingan berupa penyediaan bibit, peningkatan kapasitas produksi, hingga dukungan pakan guna memastikan budidaya maggot berjalan secara berkelanjutan.
Arief berharap dukungan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat maupun Pemerintah Kota Depok terus diberikan, baik dalam pengembangan pengelolaan sampah maupun penanganan banjir di wilayah RW 06.
Ia optimistis sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan sektor swasta akan memperkuat upaya menciptakan lingkungan yang lebih bersih, mengurangi beban TPA Cipayung, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi warga melalui budidaya maggot..(wis).