Trending

Hampir Empat Bulan Diselimuti Asap, Menhut Pastikan Pemerintah Tak Lepas Tangan

Hampir Empat Bulan Diselimuti Asap, Menhut Pastikan Pemerintah Tak Lepas Tangan
Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, mendorong pembuatan sekat kanal saat meninjau lokasi pengendalian karhutla di kawasan Taman Nasional Sebangau, Selasa. (Foto: MC P. Raya)

Palangka Raya-Spektroom : Hampir empat bulan terpapar asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan waktu yang singkat bagi masyarakat Kalimantan Tengah. Di tengah gangguan asap yang belum sepenuhnya berakhir, upaya memadamkan api dan mencegah kebakaran meluas terus dilakukan.

Kondisi tersebut menjadi perhatian Menteri Kehutanan RI, Raja Juli Antoni, saat meninjau lokasi pengendalian karhutla di kawasan Taman Nasional Sebangau, Jalan Tjilik Riwut Km 23, Kota Palangka Raya, Selasa (13/10/2026).

Dalam kunjungan itu, Raja Juli menyampaikan empati kepada masyarakat yang selama berbulan-bulan harus menghadapi paparan asap. Ia menegaskan, pemerintah pusat dan daerah tidak akan melepaskan tanggung jawab dalam penanganan karhutla.

“Kami dari pemerintah pusat maupun daerah menyampaikan empati yang mendalam kepada masyarakat yang selama hampir empat bulan ini terpapar asap. Rasa empati ini menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih sungguh-sungguh. Kami tidak lepas tangan atau cuci tangan,” ujar Raja Juli.

Kerja keras di tengah keterbatasan

Di balik upaya pengendalian karhutla, personel gabungan dari pemerintah provinsi, pemerintah kota, TNI, Polri, hingga Manggala Agni Kementerian Kehutanan terus berjibaku di lapangan. Kondisi medan dan jarak pandang yang terbatas menjadi tantangan dalam upaya pemadaman.

Raja Juli mengapresiasi kerja keras para petugas tersebut. Ia juga menilai kritik dan masukan masyarakat, termasuk yang disampaikan melalui media massa dan media sosial, penting sebagai bahan evaluasi untuk memperbaiki sistem pencegahan dan pemadaman karhutla.

“Rekan-rekan media bisa melihat langsung jerih payah jajaran Pemprov, Pemkot, TNI, Polri, hingga Manggala Agni Kemenhut. Meskipun lelah, mereka tetap bekerja nyata di lapangan. Karena itu, kami terbuka menerima semua kritik dan saran masyarakat, baik dari media maupun media sosial,” katanya.

Memutus api sebelum meluas

Penanganan karhutla tidak hanya diarahkan untuk memadamkan titik api yang sudah muncul, tetapi juga mencegah penjalaran kebakaran ke kawasan yang lebih luas.

Menurut Raja Juli, salah satu strategi yang dilakukan adalah memutus kepala api dengan dukungan alat berat serta membuat sekat kanal. Pemerintah juga merencanakan penambahan sejumlah ekskavator untuk memperkuat penanganan di lokasi.

Sementara itu, berdasarkan informasi BMKG yang disampaikan dalam peninjauan tersebut, hujan alami diperkirakan baru turun secara merata di Kalimantan Tengah menjelang November. Karena itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dan pemadaman dari udara melalui water bombing terus dimaksimalkan.

“Kami telah menyiagakan sejumlah helikopter untuk water bombing di Kalimantan Tengah. Meski sempat terkendala jarak pandang (visibility), kami terus berupaya agar operasi pemadaman udara dapat terus berjalan,” pungkas Raja Juli.
(Polin-Purba A/ndk)

Berita terkait

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng HIMKI Perluas Perlindungan Pekerja Mebel

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng HIMKI Perluas Perlindungan Pekerja Mebel

Jakarta - Spektroom: BPJS Ketenagakerjaan menggandeng Himpunan Industri Mebel dan Kerajinan Indonesia (HIMKI) untuk memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja formal maupun informal di sektor mebel dan kerajinan. Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Jakarta Gambir, Imam Santoso, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kesadaran pelaku usaha dan pekerja

Irvan Idris Saleh, Afrizal Aziz