Harga Kratom Terjun Bebas, Harapan Petani Kian Pudar

Harga Kratom Terjun Bebas, Harapan Petani Kian Pudar
Zapari sedang panen keratom di kebun miliknya di Kapuas Hulu. (Foto: Dok Zapari)

Spektroom - Zapari hanya bisa menarik napas panjang saat menghitung hasil jerih payahnya.
Tumpukan kratom purik yang ia panen dengan susah payah dari kebun di Kapuas Hulu kini tak lagi memberi harapan seperti dulu.

Harga jual yang terus merosot membuat penghasilannya kian jauh dari kata cukup, sementara kebutuhan hidup justru semakin mahal.

Zapari mengungkapkan harga kratom purik saat ini berada di titik yang sangat memprihatinkan.
Bahkan, ada pembeli yang hanya berani membayar di kisaran Rp12.000 hingga Rp13.000 per kilogram.

Angka tersebut, menurutnya, tidak sebanding dengan tenaga, waktu, dan biaya yang dikeluarkan petani sejak proses penanaman hingga panen.

“Kalau dihitung-hitung, penghasilan kami jauh lebih rendah dibandingkan dengan harga sembako yang semakin hari semakin naik,” ujar Zapari dengan nada kecewa.

Ia mengaku, pendapatan dari kratom purik kini nyaris tak mampu menutup kebutuhan dasar keluarganya. Kenaikan harga beras, minyak goreng, gula, hingga kebutuhan rumah tangga lainnya menjadi beban tambahan bagi para petani.

Di sisi lain, mereka tidak memiliki banyak pilihan mata pencaharian.
Bagi Zapari dan banyak petani lainnya, kratom purik adalah sumber penghidupan utama yang sudah digeluti bertahun-tahun.

“Dulu hasil kratom masih bisa membantu biaya sekolah anak dan kebutuhan rumah.
Sekarang, untuk makan sehari-hari saja kami harus berhitung,” katanya lirih.

Kratom purik memang menjadi salah satu komoditas andalan di Kapuas Hulu. Tanaman ini tumbuh subur dan selama ini menjadi tumpuan ekonomi masyarakat di pedalaman.

Namun, anjloknya harga membuat petani merasa berada di posisi yang tidak adil, seolah kerja keras mereka tidak memiliki nilai.

Zapari berharap pemerintah tidak tinggal diam melihat kondisi ini. Ia dan para petani lain menginginkan adanya solusi nyata, baik dalam bentuk pengaturan harga, pembukaan akses pasar yang lebih luas, maupun kebijakan yang berpihak pada petani kecil.

“Kami berharap ada solusi dari pemerintah untuk membantu meningkatkan harga kratom purik, sehingga kami bisa meningkatkan penghasilan dan memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya penuh harap.

Bagi Zapari, harapan itu sederhana. Ia hanya ingin hasil kebunnya kembali bernilai, agar peluh yang jatuh setiap hari di kebun kratom tidak lagi berbuah kegelisahan, melainkan kehidupan yang lebih layak bagi keluarganya.

Berita terkait

Wamen Bima Arya: Pemda Harus Berani Ambil Peran Percepat Transisi Energi

Wamen Bima Arya: Pemda Harus Berani Ambil Peran Percepat Transisi Energi

Tanjungpinang – Spektroom : Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, menegaskan pemerintah daerah memiliki peran strategis dalam mempercepat transisi energi di Indonesia. Daerah dinilai memiliki kewenangan, anggaran, serta kemampuan menyusun program dan target pembangunan sesuai potensi wilayah masing-masing. Penegasan itu disampaikan Bima Arya dalam Forum Dialog Kebijakan Tingkat Tinggi

Desmawati, Buang Supeno
Kerja Sama Dengan BPJS Diperpanjang, Seluruh Anggota PWI Dicover Asuransi. Anak Dapat Beasiswa Sampai Perguruan Tinggi

Kerja Sama Dengan BPJS Diperpanjang, Seluruh Anggota PWI Dicover Asuransi. Anak Dapat Beasiswa Sampai Perguruan Tinggi

Medan, Spektroom: Persatuan Wartawan Indonesia Sumatera Utara (PWI Sumut) menjamin asuransi atau jaminan sosial seluruh anggotanya, seiring dilanjutkannya kembali kerja sama PWI Sumut dengan BPJS Ketenagakerjaan. Hal ini terungkap dalam pertemuan Ketua PWI Sumut, Farianda Putra Sinik, dengan pihak BPJS Ketenagakerjaan di Medan, Selasa (15/9/2026). Turut serta dalam

Hartati Rangkuti
ссс