Hari Keenam Operasi SAR, Fokus Pencarian Dua Nelayan Belum Ditemukan di Pantai Paseban
Jember - Spektroom: Operasi pencarian terhadap dua nelayan yang hilang setelah perahu mereka dihantam ombak di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memasuki hari keenam, Senin, (24/08/2026).
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan, pencarian kembali dilanjutkan, operasi SAR diteruskan pada Senin (24/08/2026) dengan fokus mencari dua korban yang masih hilang.
Menurutnya kendala utama pencarian adalah kondisi gelombang laut. Ketinggian ombak di Pantai Paseban dilaporkan mencapai sekitar 2,5 meter sehingga menyulitkan pergerakan tim di laut.
Edy Budi Susilo menjelaskan, Tim SAR gabungan kembali menemukan satu korban dalam kondisi meninggal dunia, pada Minggu (23/08/2026) sekitar jam 14.00 WIB

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Jember bersama unsur SAR gabungan menemukan korban bernama Moh. Sholihin (34), warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak insiden kecelakaan laut pada Rabu 19 Agustus 2026.
“Korban ditemukan setelah tim mendapat informasi dari nelayan bahwa ada korban yang terdampar di Pantai Paseban. Tim kemudian melakukan evakuasi,” ungkap Edy Budi Susilo, Kepala BPBD Jember.
Edy menjelaskan, operasi pencarian pada Minggu dimulai pukul 09.00 WIB. Tim TRC-PB BPBD Jember bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 10.00 WIB. Tim SAR gabungan selanjutnya melakukan briefing untuk menyusun rencana serta pembagian tugas pencarian.
“Pencarian dibagi menjadi dua Search and Rescue Unit (SRU). SRU 1 melakukan pencarian secara visual di permukaan laut menggunakan rubber boat milik Basarnas. Sementara SRU 2 menyisir garis pantai sepanjang sekitar 3 kilometer,” ungkapnya.
Sekitar pukul 14.00 WIB, tim mendapat informasi dari nelayan mengenai penemuan korban yang terdampar di Pantai Paseban. Lima belas menit kemudian, korban berhasil dievakuasi dari lokasi yang berjarak sekitar 6 kilometer dari titik awal korban dinyatakan hilang.
Korban kemudian dibawa menggunakan ambulans menuju rumah duka di Desa Mojosari, Kecamatan Puger, dan diserahkan kepada pihak keluarga.
“Dengan ditemukannya Sholihin, masih terdapat dua korban yang belum ditemukan, yakni Mujai (58) dan Samsul (45), keduanya warga Desa Mojosari, Kecamatan Puger,” jelas Edy.