Rudiansyah “Superman” Karhutla Kalteng, Bergerak dari Kepedulian

Rudiansyah “Superman” Karhutla Kalteng, Bergerak dari Kepedulian
Kepala Dinas Kehutanan Prov Kalteng, Agustan Saining, saat memberikan hadiah sepeda motor kepada Rudiansyah Superman sebagai apresiasi. (Foto: Patur/dok)

Palangka Raya –Spektroom: Sosok Rudiansyah belakangan dikenal masyarakat sebagai “Superman” Karhutla Kalteng.

Dengan kostum yang menjadi perhatian publik saat membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ia ternyata bukan petugas yang mendapat perintah atau penugasan resmi.

Rudiansyah bergerak sebagai relawan pribadi karena kepeduliannya terhadap lingkungan.

Di tengah kondisi kemarau dan meningkatnya ancaman karhutla, Rudiansyah memilih turun langsung ketika mengetahui adanya kebakaran. Ia ikut membantu upaya pemadaman bersama unsur di lapangan, tanpa menunggu dirinya diminta.

Aksi tersebut kemudian mendapat perhatian pemerintah daerah. Rudiansyah diberikan sepeda motor sebagai bentuk apresiasi atas kesukarelaannya membantu pemadaman karhutla.

Kepala Dinas Kehutanan Prov Kalteng, Agustan Saining, menegaskan pemberian tersebut bukan bentuk pilih kasih. Menurutnya, apresiasi diberikan karena Rudiansyah menunjukkan kepedulian dan mengambil bagian dalam upaya penanganan karhutla.

“Karhutla ini bukan hanya tugas pemerintah, TNI dan Polri. Masyarakat juga punya peran yang sangat besar. Apa yang dilakukan Rudiansyah justru kami harapkan menjadi contoh bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dilakukan siapa saja,” katanya.

Agustan juga menyampaikan pesan Gubernur Kalteng agar masyarakat tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Kondisi musim kemarau, terutama pada kawasan dengan lahan gambut yang kering, membuat api berpotensi lebih cepat menyebar dan sulit dikendalikan.

Menurutnya, partisipasi masyarakat menjadi bagian penting dalam menghadapi ancaman karhutla. Kepedulian warga diharapkan dapat membantu mempercepat informasi dan penanganan ketika muncul titik api di lingkungan sekitar.

Ia berharap apresiasi kepada Rudiansyah tidak berhenti sebagai pemberian penghargaan semata, tetapi menjadi pemicu munculnya lebih banyak kepedulian masyarakat.

“Yang paling penting bukan motornya, tetapi semangat kepeduliannya. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang tergerak membantu menjaga lingkungan dan mencegah karhutla,” pungkasnya.

Sosok “Superman” itu pada akhirnya bukan tentang kostum yang dikenakan Rudiansyah, melainkan keberaniannya mengambil peran ketika lingkungan membutuhkan. Aksinya menunjukkan bahwa penanganan karhutla tidak hanya bergantung pada petugas, tetapi juga membutuhkan kepedulian warga di lapangan. (Polin-Patur)

Berita terkait

Hari Keenam Operasi SAR, Fokus Pencarian Dua Nelayan Belum Ditemukan  di Pantai Paseban

Hari Keenam Operasi SAR, Fokus Pencarian Dua Nelayan Belum Ditemukan di Pantai Paseban

Jember - Spektroom: Operasi pencarian terhadap dua nelayan yang hilang setelah perahu mereka dihantam ombak di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memasuki hari keenam, Senin, (24/08/2026). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan, pencarian kembali dilanjutkan, operasi SAR diteruskan pada

Budi Sucahyono, Bian Pamungkas
Ditkrimsus Polda Kalbar tangani 33 Kasus Karhutla ,masih  Bidik Pelaku Saat 922 Hotspot Mengancam

Ditkrimsus Polda Kalbar tangani 33 Kasus Karhutla ,masih Bidik Pelaku Saat 922 Hotspot Mengancam

Pontianak - Spektroom : Di tengah kepungan asap dan ancaman meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mengungkap fakta mengkhawatirkan. Hingga Senin (24/08/2026), sebanyak 33 kasus karhutla sedang ditangani aparat kepolisian di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Lonjakan kasus itu terjadi bersamaan dengan terdeteksinya 922

Apolonius Welly, Bian Pamungkas