JHL Foundation Salurkan Bantuan ke Dua Desa Terdampak Gempa di Manggarai

JHL Foundation Salurkan Bantuan ke Dua Desa Terdampak Gempa di Manggarai
Tim JHL Foundation menyerahkan paket bantuan sandang dan pangan kepada masyarakat di Kabupaten Manggarai. (Foto: Humas).

Manggarai – Spektroom: Memasuki hari ketiga penyaluran bantuan kemanusiaan di Flores, Yayasan JHL Merah Putih Kasih atau JHL Foundation kembali menyambangi masyarakat terdampak gempa.

Kali ini, tim bergerak ke Desa Welong dan Desa Ranggi, Kecamatan Wae Ri’i, Kabupaten Manggarai.
Di dua desa tersebut, JHL Foundation menyerahkan 50 paket bantuan sandang dan pangan kepada masyarakat.

Bantuan tersebut terdiri atas sembako dan makanan, karpet, selimut, serta sejumlah kebutuhan dasar lainnya yang masih diperlukan warga dalam masa pemulihan pascabencana.

Penyaluran dilakukan dengan mendatangi langsung permukiman warga. Langkah tersebut dilakukan agar bantuan tidak hanya menjangkau masyarakat yang berada di pusat pengungsian, tetapi juga warga yang bertahan secara mandiri di kampung-kampung terdampak.

Tim JHL Foundation menemukan sejumlah rumah warga mengalami kerusakan akibat gempa. Retakan pada bangunan masih terlihat, sementara sebagian warga memilih bertahan di lokasi pengungsian.

Sebagian lainnya mendirikan tempat tinggal sementara di sekitar rumah yang rusak.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan pangan, pakaian, tempat beristirahat, dan rasa aman masih menjadi perhatian warga. Kekhawatiran terhadap kemungkinan gempa susulan juga masih dirasakan sebagian masyarakat.

Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih, Jerry Hermawan Lo, mengatakan kehadiran tim di Flores merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang masih berjuang memulihkan kehidupan setelah bencana.

“Kami datang bukan hanya memberikan bantuan, tetapi melihat dan merasakan langsung bagaimana masyarakat Flores menjalani hari-harinya setelah gempa,” ujarnya, Senin (24/8/2026).

Menurut Jerry, bantuan kemanusiaan senilai Rp1,3 miliar tersebut diharapkan dapat meringankan beban masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan dasar pada masa awal pemulihan.

Ia menegaskan, penyaluran bantuan tidak berhenti di Desa Welong dan Desa Ranggi. JHL Foundation akan melanjutkan distribusi bantuan ke sejumlah wilayah terdampak lainnya di Flores dengan tetap berkoordinasi bersama pemerintah daerah dan unsur terkait.

“Penyaluran bantuan diharapkan dapat berlangsung tepat sasaran dan menjangkau masyarakat secara lebih merata,” pungkasnya.

Berita terkait

Hari Keenam Operasi SAR, Fokus Pencarian Dua Nelayan Belum Ditemukan  di Pantai Paseban

Hari Keenam Operasi SAR, Fokus Pencarian Dua Nelayan Belum Ditemukan di Pantai Paseban

Jember - Spektroom: Operasi pencarian terhadap dua nelayan yang hilang setelah perahu mereka dihantam ombak di perairan Pantai Paseban, Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur, memasuki hari keenam, Senin, (24/08/2026). Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jember Edy Budi Susilo mengatakan, pencarian kembali dilanjutkan, operasi SAR diteruskan pada

Budi Sucahyono, Bian Pamungkas
Rudiansyah “Superman” Karhutla Kalteng, Bergerak dari Kepedulian

Rudiansyah “Superman” Karhutla Kalteng, Bergerak dari Kepedulian

Palangka Raya –Spektroom: Sosok Rudiansyah belakangan dikenal masyarakat sebagai “Superman” Karhutla Kalteng. Dengan kostum yang menjadi perhatian publik saat membantu pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ia ternyata bukan petugas yang mendapat perintah atau penugasan resmi. Rudiansyah bergerak sebagai relawan pribadi karena kepeduliannya terhadap lingkungan. Di tengah kondisi kemarau dan

Polin, Bian Pamungkas
Ditkrimsus Polda Kalbar tangani 33 Kasus Karhutla ,masih  Bidik Pelaku Saat 922 Hotspot Mengancam

Ditkrimsus Polda Kalbar tangani 33 Kasus Karhutla ,masih Bidik Pelaku Saat 922 Hotspot Mengancam

Pontianak - Spektroom : Di tengah kepungan asap dan ancaman meluasnya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Polda Kalbar) mengungkap fakta mengkhawatirkan. Hingga Senin (24/08/2026), sebanyak 33 kasus karhutla sedang ditangani aparat kepolisian di berbagai wilayah Kalimantan Barat. Lonjakan kasus itu terjadi bersamaan dengan terdeteksinya 922

Apolonius Welly, Bian Pamungkas