Hari Santri di Sleman Diawali Salat Istisqa, 33 Pesantren Terima Bantuan Santripreneur
Sleman-Spektroom : Peringatan Hari Santri 2026 di Kabupaten Sleman tidak hanya diisi upacara bendera, tetapi juga salat istisqa untuk memohon turunnya hujan di tengah musim kemarau serta penyerahan bantuan Program Santripreneur kepada 33 pondok pesantren.
Rangkaian kegiatan berlangsung di Lapangan Pemda Sleman, Kamis (22/10/2026), diikuti sekitar 1.240 santriwan dan santriwati dari berbagai pondok pesantren di wilayah Kabupaten Sleman.
Salat istisqa berjamaah dilaksanakan sebelum upacara. Bertindak sebagai imam sekaligus khatib, KH Mas'ud Masduki, Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), mengajak jemaah untuk bertobat dan memperbanyak istigfar.
Ia menyampaikan bahwa kesadaran atas kekhilafan dan permohonan ampun kepada Allah SWT menjadi bagian dari ikhtiar spiritual untuk memohon keberkahan, termasuk turunnya hujan yang bermanfaat bagi masyarakat.
Setelah salat istisqa, kegiatan dilanjutkan dengan upacara bendera yang dipimpin Sekretaris Daerah Sleman Abu Bakar sebagai inspektur upacara. Dalam kesempatan tersebut, ia membacakan amanat tertulis Bupati Sleman Harda Kiswaya.
Dalam amanatnya, Bupati mengangkat tema Hari Santri 2026, yakni “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut menekankan peran santri dalam menjaga tradisi keilmuan Islam sekaligus mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Santri diharapkan mampu memadukan ilmu agama dengan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, menjaga akhlak, serta beradaptasi dengan perkembangan zaman. Mereka juga diingatkan untuk menghormati kiai dan guru, memegang teguh nilai-nilai kehidupan, serta menjaga kerukunan dalam keberagaman demi menyongsong Indonesia Emas 2045.
Usai upacara, BAZNAS Kabupaten Sleman menyerahkan bantuan Program Santripreneur secara simbolis kepada 33 pondok pesantren. Program bantuan modal usaha tersebut telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut.
Melalui program ini, bantuan diharapkan dapat mendorong tumbuhnya jiwa kewirausahaan di kalangan santri, meningkatkan keterampilan mengelola usaha, serta memperkuat kemandirian ekonomi pesantren.
Dengan demikian, santri diharapkan tidak hanya memiliki bekal ilmu agama, tetapi juga keterampilan usaha yang dapat dikembangkan secara produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.