Himpunan Lembaga Pendidikan Vokasi RDP dengan DPRD Jember Bahas Anak Putus Sekolah

Himpunan Lembaga Pendidikan Vokasi RDP dengan DPRD Jember Bahas Anak Putus Sekolah
Suasana RDP Himalava dengan Komisi D DPRD Jember (Foto Diskominfo Jember)

Spektroom - Komisi D DPRD Kabupaten Jember Gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Himpunan Lembaga Pendidikan Vokasi (Himalava) Kabupaten Jember pada Jum’at (07/11/2025).

Hadir pada kesempatan itu, Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Jember Indi Naidha, anggota Komisi D DPRD Kabupaten Jember diantaranya Suharto, Suciwati, Muhammad Ahmad Birbik, Moh Rusdan, H. Achmad Dhofir, Intan Permatasari, dan 12 Anggota Himalava, serta Perwakilan Kasi Perencanaan Dispendik Jember Desi Herawati.

Sekretaris Komisi D DPRD Kabupaten Jember Indi Naidha menjelaskan bahwa pihaknya membuka ruang seluas luasnya untuk mensupport kegiatan Himalava.

"Meskipun, kami belum ada anggaran khusus, tetapi ada ruang yang bisa digunakan bagi Himalava untuk melakukan sosialisasi," ungkapnya. Tanpa harus menunggu adanya fasilitasi dari Dinas Pendidikan Kabupaten Jember, kata Indi, DPRD Kabupaten Jember dapat mendorong Himalava

Foto bersama usai RDP Himalava dengan Komisi D DPRD Jember (Foto Diskominfo Jember)

"Himalava bisa menempel pada kegiatan yang kami miliki, setidaknya untuk kegiatan sosialisasi terlebih dulu," jelasnya.

Legislator PDI Perjuangan itu merasa heran, ketika Himalava menyampaikan adanya 200 ribu pengangguran di Kabupaten Jember.

"Padahal kami sebagai owner Batik Notohadinegoro, merasa kesulitan mendapatkan penjahit," katanya.

Untuk itu, Indi berharap agar Himalava dapat mendorong pemberdayaan sumber daya manusia yang lebih terarah, dengan memberikan pelatihan menjahit.

"Kami harap Himalava dapat menjadi wadah, untuk menciptakan sumber daya manusia yang memiliki kemampuan menjahit," tambahnya.

Ketua Himalava Kabupaten Jember Rendra Wirawan, berkeinginan agar Komisi D DPRD Kabupaten Jember dapat mendorong Dinas Pendidikan, Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember, serta dinas terkait lainnya, untuk berkolaborasi bersama Himalava.

"Kami berharap Pemkab Jember dapat melirik kompetensi Himalava, untuk pemberdayaan dimasa yang akan datang," ungkap Rendra.

Sasaran Himalava, kata Rendra diantaranya anak anak putus sekolah, pengangguran dan kemiskinan.

"Yang tentunya kami harapkan mendapatkan pendidikan dari teman teman Pendidikan Vokasi," jelasnya.

Lebih lanjut, Rendra berkeinginan ada sinkronisasi program daerah dan Nasional.

"Kita inginkan agar kegiatan di daerah dapat kita sinkronkan dengan kegiatan Nasional," tandasnya.

Berita terkait

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

175 Bintara Muda TNI AD Sandang Serda, Pangdam Pattimura: Jadilah Petarung Sejati di Medan Tugas

Maluku Tengah-Spektroom: Sebanyak 175 prajurit muda TNI Angkatan Darat resmi memasuki babak baru pengabdian setelah dilantik menjadi Bintara berpangkat Sersan Dua (Serda). Mereka dituntut bukan hanya piawai menggunakan senjata, tetapi juga memiliki mental petarung dan kemampuan memimpin di tengah dinamika medan tugas. Para prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara

Eva Moenandar, Buang Supeno
Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Pupuk Subsidi di Sawahlunto: Antara Hak Petani dan Celah Penyimpangan

Sawahlunto—Spektroom :Satu karung pupuk bersubsidi mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya terdapat uang negara, data penerima, mekanisme distribusi, dan kepentingan petani yang bergantung pada ketepatan waktu pemupukan. Karena itu, bagi Heni Purwaningsih, pengawasan pupuk bukan pekerjaan administratif belaka. Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sawahlunto sekaligus

Riswan Idris, Buang Supeno
121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

121 Serda Baru Lulus, Kodam XII/Tpr: Bintara Bukan Sekadar Pangkat, tapi Motor Satuan

Singkawang - Spektroom : Sebanyak 121 prajurit resmi menyandang pangkat Sersan Dua (Serda). Namun, kenaikan pangkat itu bukan sekadar tanda berakhirnya delapan pekan pendidikan. Mereka kini menghadapi ujian yang sesungguhnya: membuktikan kemampuan sebagai Bintara di tengah dinamika tugas di lapangan. Sebanyak 121 prajurit tersebut merupakan lulusan Pendidikan Pertama Bintara Infanteri TNI

Apolonius Welly, Buang Supeno
ссс