Kehadiran KUA di Masyarakat, Mendengar Lalu Bergerak

Kehadiran KUA di Masyarakat, Mendengar Lalu Bergerak
Kegiatan masyarakat di KUA Tidore Timur dengan mengajar mengaji bagi anak-anak (Foto:Spektroom/Kemenag Malut)

Tidore-Spektroom : Bagi sebagian masyarakat, Kantor Urusan Agama (KUA) mungkin masih identik dengan urusan pernikahan. Datang untuk mendaftar nikah, mengurus administrasi, lalu pulang setelah semua selesai. Namun, pemandangan berbeda terlihat di KUA Tidore Timur, Kota Tidore Kepulauan, Maluku Utara. Di kantor yang sederhana itu, pelayanan kepada masyarakat berjalan jauh melampaui urusan administrasi perkawinan.

KUA hadir sebagai tempat masyarakat datang, bertanya, belajar, bahkan mendapatkan manfaat dari berbagai kegiatan yang menyentuh kehidupan sehari-hari.

Kepala KUA, Penghulu, penyuluh agama, dan para pegawai KUA Tidore Timur berupaya membangun kedekatan dengan masyarakat melalui hal-hal sederhana dengan menyapa, mendengar persoalan warga, kemudian ikut mencari jalan keluarnya.

KKedekatan tersebut tidak dibangun dalam sehari. Beberapa tahun terakhir, KUA Tidore Timur secara perlahan berusaha menjadikan kantor bukan sekadar tempat pelayanan administrasi, tetapi juga ruang bersama bagi masyarakat.

Aula KUA, misalnya, tidak hanya digunakan untuk pelaksanaan akad nikah bagi warga yang memilih menikah di KUA. Ruang yang sama dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan pembinaan keagamaan Anak-anak di sekitar KUA juga datang untuk mengaji. Kepala KUA dan para penyuluh turut mengambil peran sebagai pengajar. Saat ini, sekitar 50 santri mengikuti kegiatan mengaji di KUA Tidore Timur.

Bagi warga, keberadaan kegiatan tersebut memberi ruang yang dekat dan mudah dijangkau untuk belajar agama.

Kepedulian KUA Tidore Timur juga tidak berhenti di dalam kantor. Melalui para penyuluh, KUA berusaha melihat kondisi masyarakat secara langsung. Mereka menyisir lingkungan sekitar dan menemukan warga yang berada dalam keterbatasan ekonomi.

Dari kepedulian itu, para ASN KUA Tidore Timur ikut menyalurkan sedekah setiap bulan kepada warga yang membutuhkan. Bukan dalam bentuk program yang besar, tetapi bantuan yang diberikan secara rutin menjadi bentuk kehadiran negara yang dirasakan langsung oleh masyarakat di sekitar KUA.

Kepala KUA Tidore Timur Hasim Marsaoly kepada Spektroom, Minggu (27/9/2026) menceritakan bahwa sudah bertahun-tahun sebagian warga di sekitar KUA Tidore Timur mengalami keterbatasan air untuk kebutuhan sehari-hari. Kami dan warga disini biasanya mengandalkan air hujan atau harus membeli air bersih ketika persediaan tidak mencukupi, seperti musim kemarau.

"Melihat kondisi tersebut, KUA Tidore Timur berinisiatif menyediakan sumur bor yang dapat dimanfaatkan warga sekitar. Dengan dana KUA yang ada dan di tambah sumbangan dari  Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Alhamdulillah Pembuatan sumur bor sedalam 20 meter saat ini sudah selesai dan telah dimanfaatkan warga," ujar Hasim. 

Ia juga mengatakan, kini warga tidak lagi sepenuhnya bergantung pada air hujan maupun harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Untuk sementara, fasilitas tersebut baru dapat membantu sekitar empat kepala keluarga. Kami berharap pemanfaatannya dapat terus dikembangkan sehingga ke depan mampu menjangkau sekitar 30 kepala keluarga di lingkungan sekitar kantor.

Keberadaan KUA seharusnya tidak berjarak dengan masyarakat. KUA merupakan salah satu unit layanan Kementerian Agama yang berada paling dekat dengan warga. Karena itu, pelayanan tidak cukup hanya memastikan urusan administrasi selesai, tetapi juga bagaimana keberadaan KUA benar-benar dirasakan manfaatnya.

Apa yang dilakukan KUA Tidore Timur mungkin terlihat sederhana. Ada anak-anak yang belajar mengaji, warga yang menerima bantuan, hingga masyarakat yang kini memiliki akses lebih dekat terhadap air bersih. Namun, dari hal-hal sederhana itulah kehadiran KUA menjadi lebih berdampak. Di tengah bangunan yang sederhana, KUA Tidore Timur sedang menunjukkan bahwa pelayanan publik tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Kadang, cukup dengan hadir, mendengar, lalu bergerak untuk membantu.

Berita terkait

Peratin Perkuat Bantuan Hukum Masyarakat dan Kompetensi Advokat di Era Digital

Peratin Perkuat Bantuan Hukum Masyarakat dan Kompetensi Advokat di Era Digital

Jakarta - Spektroom : Perkumpulan Advokat Teknologi Informasi Indonesia (Peratin) menegaskan komitmennya memberikan bantuan hukum kepada masyarakat yang menjadi korban kejahatan berbasis teknologi, sekaligus memperkuat kompetensi advokat agar mampu menghadapi perkembangan dunia digital. Ketua Umum DPP Peratin, Kamilov Sagala, mengatakan bantuan hukum selama ini telah diberikan kepada masyarakat yang menjadi korban

Irvan Idris Saleh, Anggoro AP
Wagub Jihan Sampaikan Kuliah Umum di STKIP-PGRI Bandarlampung & Gubernur Mirza Tinjau Penanganan Reaksi Cepat Ruas Jalan Kotabumi – Ketapang

Wagub Jihan Sampaikan Kuliah Umum di STKIP-PGRI Bandarlampung & Gubernur Mirza Tinjau Penanganan Reaksi Cepat Ruas Jalan Kotabumi – Ketapang

Bandarlampung - Spektroom: Asisten Perekonomian & Pembangunan Mulyadi Irsan, bersama Kepala Bappeda, Kepala BPSDM, Kadis Lingkungan Hidup serta Kadis PKP & Cipta Karya, pukul 08.00 Senin, 28 September 2026 dijadwalkan mengikuti Pelatihan Pengantar Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS) Angkatan III Tahun 2026, secara Virtual Meeting, dari ruang kerjanya masing-masing.

Anggoro AP