Hipmi Papua Pegunungan Dorong Sport Industry Dalam Olahraga

Hipmi Papua Pegunungan Dorong Sport Industry Dalam Olahraga
Ketua Hipmi Papua Pegunungan Anton Witipo. (foto: Tony Teniwut)

Wamena-Spektroom : Himpunan Pengusaha Muda Indonesia(HIPMI) Provinsi Papua Pegunungan mendorong pengembangan "sport industry" dalam setiap kegiatan olahraga yang diselenggarakan Komite Olahraga Nasional (KONI) di Papua Pegunungan.

Ketua HIPMI Papua Pegunungan Anton Wetipo dalam keterangan tertulis yang diterima jurnalis spektroom Rabu, 02 September 2026 mengemukakan, olahraga tidak hanya berbicara tentang prestasi atlet, tetapi juga harus mampu memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat, khususnya pelaku usaha mikro kecil dan Menengah (UMKM) lokal.

“Kami berharap ke depan KONI dapat mengembangkan sport industry sehingga setiap kegiatan olahraga yang dilaksanakan juga memberikan manfaat bagi UMKM dan pengusaha lokal,” ungkap Anton.

Konsep sport industry menurutnya, dapat diwujudkan dengan melibatkan pelaku UMKM Papua Pegunungan dalam berbagai kegiatan olahraga, baik tingkat daerah maupun nasional.

“Ketika atlet dan kontingen Papua Pegunungan mengikuti berbagai kegiatan seperti Pra-PON dan PON maupun kegiatan olahraga lainnya UMKM lokal juga perlu diberi ruang untuk memperkenalkan produk unggulan daerah,” katanya.

Ia menilai kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua Pegunungan yang juga menjabat sebagai Ketua Umum KONI Papua Pegunungan dapat menjadi peluang besar untuk mendorong sinergi antara olahraga dan pertumbuhan ekonomi masyarakat. Sudah barang tentu,konsep sport industry tidak hanya berjalan di tingkat provinsi tetapi juga berkembang hingga ke KONI delapan kabupaten di Papua Pegunungan.

“Kalau KONI kabupaten hidup, kegiatan KONI provinsi berjalan baik maka sport industry ini akan bergerak dari tingkat provinsi sampai kabupaten dan dampaknya akan dirasakan langsung oleh pelaku UMKM,” ujarnya.

Pembangunan olahraga tambahnya, haruslah memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, bukan hanya menghasilkan prestasi atlet, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat Papua Pegunungan.

“Olahraga harus menjadi kekuatan baru yang mampu menggerakkan ekonomi lokal dan itu menjadi harapan kami,” tutup Anton Wetipo.

Berita terkait

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Polda DIY, Pemda dan Suporter Sepakat Jaga Kondusivitas Liga 2026/2027

Sleman-Spektroom : Rivalitas antar pendukung sepak bola di Yogyakarta diharapkan tetap berada dalam koridor sportivitas. Menjelang kompetisi BRI Super League 2026/2027, Polda DIY bersama pemerintah daerah, manajemen klub, dan kelompok suporter menyepakati komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan kondusivitas. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan kesepakatan bersama yang difasilitasi Polda DIY

Fatmawaty, Bian Pamungkas
Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Gubernur Maluku Dorong Penyelesaian Sengketa Aset Banda 3.700 Hektar dan Penataan Batas Taman Nasional Manusela

Jakarta-Spektroom: Gubernur Maluku, Hendrik Lewerissa, mendorong pemerintah pusat dan Komisi II DPR RI untuk segera menyelesaikan penataan aset perkebunan pala di Kepulauan Banda serta melakukan rekonstruksi ulang tata batas Taman Nasional Manusela. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Ruang Rapat Komisi II, Senayan, Jakarta,

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Sulawesi Tenggara Akan Memiliki Bendungan Terbesar Pesosika

Jakarta – Spektroom :  Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan pembangunan Bendungan Pelosika di Kabupaten Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra), sebagai bagian dari target pembangunan infrastruktur baru bidang Sumber Daya Air tahun 2025–2029. Bendungan Pelosika diproyeksikan menjadi bendungan terbesar ketiga di Indonesia setelah Bendungan Jatiluhur dan Jatigede, sekaligus menjadi bendungan terbesar di Sultra.

Nurana Diah Dhayanti