Hujan Ekstrem di Padang, Pagar Basko City Mall Roboh Picu Luberan Air ke 10 Rumah Warga
Padang-Spektroom : Hujan lebat yang mengguyur Kota Padang sejak Senin siang (3/8/2026) tidak hanya menyebabkan banjir di sejumlah wilayah.
Di Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, intensitas hujan tinggi juga berujung pada robohnya pagar belakang Basko City Mall dan merendam 10 rumah warga.
Lurah Korong Gadang, Kasma Effendy mengatakan, pagar bagian belakang pusat perbelanjaan Basko City Mall tiba-tiba runtuh sekitar pukul 13.30 WIB. Panjang pagar yang ambruk diperkirakan mencapai 10 sampai 15 meter.
Menurut Kasma, insiden itu terjadi karena bagian fondasi pagar tergerus derasnya aliran air. Akibatnya, fondasi tidak mampu menopang struktur pagar hingga akhirnya ambruk.
"Material bata pagar yang runtuh menutup saluran air. Aliran drainase di perumahan Mawar Putih jadi terhambat," ujar Kasma.
Dampak dari kejadian tersebut langsung dirasakan warga. Air meluber ke permukiman di perumahan Mawar Putih, Kelurahan Korong Gadang.
"Ada 10 rumah yang terdampak luberan air ini. Ketinggian air yang masuk permukiman mencapai mata kaki," tuturnya.
Vika, salah seorang warga yang tinggal di komplek persis di belakang tembok Basko City Mall yang roboh, menceritakan kronologi kejadian tersebut.
"Tiba-tiba kedengaran suara gemuruh pas hujan paling lebat. Pas dilihat ke belakang, tembok Basko udah rubuh dan air langsung melimpas ke komplek kami," kata Vika.
Ia mengaku sedikit khawatir dengan kejadian ini yang dipicu oleh cuaca ekstrem dan tingginya curah hujan di Kota Padang dalam beberapa hari terakhir.
"Agak khawatir juga, soalnya ini hujan dari pagi nggak berhenti-henti. Kalau temboknya rubuh dan drainase ketutup, takutnya air makin tinggi masuk rumah," ujarnya.
Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada korban jiwa. Untuk penanganan, petugas telah menurunkan alat berat guna membersihkan material runtuhan yang menutup saluran air.
"Tadi alat berat kecil sudah diturunkan, namun kesulitan karena air di sekitar lokasi kejadian cukup dalam. Lalu diganti dengan alat yang lebih besar," ujar Kasma.
Petugas gabungan melakukan pembersihan material dan normalisasi aliran drainase agar air tidak kembali meluber ke permukiman warga saat hujan susulan turun.